Wapres Filipina Tanggapi Panggilan Sidang

Selasa, 24 Jun 2025, 02:40 WIB

MANILA – Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Senin (23/6) telah menanggapi panggilan sidang pemakzulan Senat beberapa jam sebelum batas waktu, dan ia menuntut agar kasus terhadapnya dibatalkan.

Dewan Perwakilan Rakyat memakzulkan Wapres Duterte pada awal Februari lalu atas tuduhan korupsi, suap, dan dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Ket. Foto: Sejumlah warga Filipina memegang plakat dan meneriakkan slogan-slogan saat mereka berunjuk rasa menyusul keputusan Senat mengenai sidang pemakzulan Wapres Sara Duterte di luar gedung Senat Filipina di Pasay, Metro Manila. — Sumber: AFP/Jam STA ROSA

Putusan bersalah di Senat akan mengakibatkan pemecatan Sara Duterte dari jabatan dan diskualifikasi permanen dari politik.

Salinan balasan Wapres Duterte terhadap panggilan yang disampaikan oleh utusan kepada jaksa DPR pada Senin sore menyebut pengaduan terhadapnya sebagai penyalahgunaan proses pemakzulan.

"Tidak ada pernyataan fakta akhir dalam gugatan pemakzulan. Jika tidak ada kesimpulan faktual dan hukum, gugatan itu tidak lebih dari sekadar secarik kertas," demikian bunyi tanggapan tersebut.

Wapres Duterte kemudian membantah tuduhan yang dibuat terhadapnya dan menyebutnya sebagai tuduhan palsu serta menyatakan bahwa keputusan Senat untuk mengembalikan kasus tersebut ke DPR pada awal Juni menghapus tanggung jawabnya untuk menjawab tuduhan tersebut.

Tanggapan panggilan sidang pemakzulan dilakukan saat Wapres Duterte sedang dalam perjalanan ke Australia. Panggilan terhadap dirinya dikeluarkan pada tanggal 10 Juni lalu setelah sesi Senat yang berlangsung selama berjam-jam yang berakhir dengan putusan untuk mengembalikan kasus tersebut ke DPR.

Sekutu-sekutunya di Senat berpendapat bahwa pengaduan-pengaduan sebelumnya yang disampaikan di DPR tanpa pemungutan suara, dianggap sebagai suatu pelanggaran terhadap konstitusi negara.

Setelah mendapat tanggapan maka jaksa DPR saat memiliki waktu lima hari untuk menanggapi jawaban Wapres Duterte. Sedangkan persidangannya diperkirakan tidak akan dimulai sampai Senat baru bersidang pada tanggal 28 Juli mendatang.

Kritik Marcos

Sementara itu saat Wapres Duterte berada di Melbourne, Australia, ia mengkritik pemerintahan pimpinan Presiden Marcos Jr yang ia nilai terlalu condong ke Amerika Serikat (AS). Dalam pidatonya dihadapan para pendukungnya, Wapres Duterte pun mengisyaratkan keterbukaan terhadap hubungan yang lebih bersahabat dengan Tiongkok.

Wapres Duterte secara khusus mengkritik tindakan Marcos Jr yang mengizinkan sistem misil AS berada di tanah Filipina yang telah membuat marah Beijing, dan mengatakan bahwa Manila tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara AS dan Tiongkok.

“Tidak ada alasan bagi Anda untuk condong ke AS,” kata Wapres Duterte.

Wapres Duterte juga mengatakan bahwa ketegangan antara Manila dan Beijing di Laut Tiongkok Selatan (LTS) tidak mencerminkan keseluruhan hubungan kedua negara. “Anda harus selalu berada di tengah karena Anda bukan bagian dari konflik yang lebih besar. Anda bisa saja berteman dengan AS sekaligus berteman dengan Tiongkok, dan mengapa tidak?” ucap Wapres Filipina itu.

Pernyataan Wapres Duterte itu menandai kritiknya yang paling tajam sejauh ini terhadap sikap kebijakan luar negeri Marcos Jr yang bersahabat dengan AS, di saat sekutu-sekutu pemerintah mendorong agar ia digulingkan melalui proses pemakzulan. Sikapnya juga menggemakan sikap ayahnya, Rodrigo Duterte, yang beralih ke Tiongkok selama masa jabatan presidennya dari tahun 2016 hingga 2022.

Di bawah pimpinan Marcos Jr, Filipina saat ini telah memperkuat hubungan pertahanan jangka panjang dengan AS, memperluas akses ke pangkalan militer dan mengizinkan pengerahan senjata AS.

Pemerintahannya juga lebih tegas dalam mendorong klaim Manila di LTS, yang sering kali menyebabkan pertikaian dengan Beijing di perairan yang disengketakan. AFP/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.