BSU Masih Tertahan Meski Dana Sudah Ada! Ini Alasan Menaker
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 14:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
JAKARTA – Program bantuan sosial (bansos) sangat penting karena berperan dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bansos membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, mendorong akses pendidikan dan kesehatan, serta memberikan perlindungan sosial dalam situasi krisis.
Meskipun memiliki banyak manfaat, program bansos juga dihadapkan pada tantangan seperti ketepatan sasaran dan akuntabilitas. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program bansos agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan dan memberikan dampak positif yang maksimal.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) dalam paket stimulus ekonomi sebesar Rp600 ribu per orang, mengedepankan prinsip kehati-hatian agar dana yang dikeluarkan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Menaker Yassierli di Jakarta, Selasa (24/6), menjawab pertanyaan kapan bantuan subsidi upah tersebut dicairkan ke pekerja.
"Ketika teman-teman bertanya kepada kami kapan nih cairnya, kapan cairnya? Ada dua isu sebenarnya.Yang pertama itu adalah isu kita ingin sangat hati-hati dalam memastikan data dari BPJS Ketanagakerjaan itu sesuai dengan kriteria yang memang sudah ditetapkan, dan yang kedua tentu administrasi keuangan. Karena anggarannya itu adalah sesuatu yang belum kita rencanakan dari awal tahun," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Menaker, pihaknya sudah membuat payung hukum dan merapikan data penerima BSU, dan saat ini bantuan tersebut sudah masuk dalam fase penyaluran secara bertahap.
Dirinya memastikan, dana yang diterima oleh pekerja sebesar Rp600 ribu per orang, tidak ada potongan sama sekali.
"Administrasi itu harus lengkap karena kita ingin semua proses ini transparan dan akuntabel. Jadi tidak ada potongan," ujarnya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, disampaikan dia melalui penyaluran BSU pada tahap I bagi 3,69 juta pekerja, ia berharap hal ini bisa menjadi stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
"Memang sangat membantu dalam meningkatkan daya beli buruh dan pekerja," kata dia.
Adapun BSU pada tahap I sudah tersalurkan untuk 2,450.068 pekerja per hari ini, Selasa (24/6) dari total penerima sebanyak 3.697.836 orang.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui bank himbara, yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, sementara untuk BSI khusus penerima BSU yang berdomisili di Aceh, dengan nilai subsidi sebesar Rp600 ribu per pekerja.
"Sisanya 1.247.768 masih dalam proses," kata Menaker.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!