Amerika Serikat Keluarkan Peringatan untuk Warganya di Luar Negeri

Selasa, 24 Jun 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON DC - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), pada Minggu (22/6) mengeluarkan peringatan di seluruh dunia bagi warga Amerika, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meningkatkan risiko keamanan bagi mereka yang bepergian atau tinggal di luar negeri.

"Konflik antara Israel dan Iran telah mengakibatkan gangguan perjalanan dan penutupan wilayah udara secara berkala di Timur Tengah. Ada potensi demonstrasi terhadap warga negara AS dan kepentingan di luar negeri," kata peringatan keamanan Kementerian  Luar Negeri.

Ket. Foto: Amerika Serikat (AS) — Sumber: istimewa

“Kementerian  Luar Negeri menyarankan warga AS di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan.”

Kemenlu AS dalam pernyataannya mengimbau warga negara Amerika untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan adanya intervensi AS dalam konflik tersebut pada malam hari ketika pesawat Amerika mengebom fasilitas nuklir di Iran , sebuah tindakan yang menurut Teheran akan menimbulkan “konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki”.

Warga negara AS disarankan untuk tetap waspada di lokasi wisata, transportasi umum, pasar, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pemerintah. Mereka juga diminta untuk selalu memantau berita lokal, mengikuti petunjuk dari otoritas setempat, dan mendaftarkan diri pada program Smart Traveler Enrollment Program (STEP) agar mudah dihubungi dalam keadaan darurat. Peringatan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah AS untuk menjaga keamanan warganya di mana pun mereka berada.

Republik Islam Iran pada tanggal 22 Juni mengancam pangkalan AS di Timur Tengah, dan memperingatkan bahwa pasukan AS dapat diserang sebagai balasan atas serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menurut Pentagon menghancurkan program nuklir Iran.

 "Negara mana pun di kawasan ini atau di tempat lain yang digunakan oleh pasukan Amerika untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai target sah bagi angkatan bersenjata kami," kata Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam pesan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA).

AS pada 21 Juni memulai penerbangan evakuasi dari Israel untuk warga negara Amerika dan penduduk tetap AS yang tinggal di Israel atau Tepi Barat.

Pemerintah juga memerintahkan staf di misi diplomatiknya di Irak dan Lebanon untuk meninggalkan negara-negara tersebut.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.