- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Serang Fasilitas Nuklir...
AS Serang Fasilitas Nuklir Iran, PBB Minta Anggotanya De-Eskalasi Konflik
Senin, 23 Jun 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Di luar dugaan semua negara, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (21/6) melancarkan serangan militer terukur ke tiga titik yang diduga sebagai fasilitas pengayaan nuklir dan militer Iran yaitu Natanz, Fordo, dan Isfahan. Serangan itu sebagai upaya menghambat perkembangan program nuklir Teheran.
Presiden Donald Trump dalam keterangannya Minggu dinihari (22/6) mengatakan serangan udara AS telah menghancurkan sepenuhnya fasilitas pengayaan nuklir Iran dan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan jika Teheran tidak berdamai.
Trump di Truth Social mengatakan bahwa AS telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga titik fasilitas nuklir di Iran. Trump menyatakan bahwa semua pesawat AS telah keluar dari ruang udara Iran.
Serangan dilancarkan setelah Israel dilaporkan meminta AS terlibat dalam serangan udara yang sudah dilakukannya duluan terhadap sejumlah titik di Iran. Israel juga telah menyerang beberapa fasilitas yang terkait dengan program pengembangan nuklir Teheran sebelumnya.
Keterlibatan AS dalam agresi Israel terhadap Iran, menentang peringatan Teheran supaya AS tidak ikut campur, diperkirakan akan menyebabkan pemburukan eskalasi yang tak terhindarkan di kawasan.
Media AS sebelumnya melaporkan bahwa alutsista militer AS, di antaranya pesawat siluman pengebom B-2 dan rudal penghancur bunker dikerahkan dalam operasi tersebut karena efektif menghancurkan struktur di bawah seperti fasilitas nuklir Iran.
AS sendiri telah mengirimkan pemberitahuan kepada Iran bahwa serangan terhadap fasilitas nuklirnya hanya dilakukan sekali dan bukan merupakan awal âperang untuk mengganti kekuasaanâ seperti diberitakan The Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat AS.
Pertahankan Kedaulatan
Merespon serangn itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengutuk aksi tersebut. Iran menilai serangan AS keterlaluan dan mengatakan negaranya memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatannya.
âPeristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal,â tulisnya di X, seraya menambahkan bahwa serangan itu adalah perilaku melanggar hukum.
âSesuai dengan Piagam PBB dan ketentuan-ketentuannya yang memungkinkan tanggapan yang sah untuk membela diri, Iran memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya,â kata Abbas.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan sangat khawatir atas serangan militer AS itu berpotensi memperparah ketegangan kawasan, sekaligus jadi ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Atas konflik yang semakin tidak terkendali itu, dia menyerukan anggota-anggota PBB mengutamakan de-eskalasi dan memenuhi kewajiban mereka menurut Piagam PBB dan hukum internasional.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
Gempa M 5,0 Guncang Manggarai, NTT! Ini Kabar Terbaru dari BMKG
-
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
Produksi Kerajinan Panjang Mulud di Kota Serang Meningkat
-
InJourney Pastikan MotoGP 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika, Optimistis Dongkrak Ekonomi Nasional dan Serap Ribuan Pekerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.