Wujudkan Kota Masa Depan Rendah emisi, Otorita dan Singapura Kembangkan Energi Hijau di IKN
Jumat, 20 Jun 2025, 16:53 WIBKALIMANTAN TIMUR - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Singapura mengembangkan energi hijau di IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menuju transformasi sebagai kota masa depan yang rendah emisi, kota hijau, berkelanjutan dan berkelas dunia.
"Investasi Singapura jadi bukti bahwa visi IKN sebagai kota hijau, berkelanjutan, dan berkelas dunia dapat dukungan nyata dari mitra strategis internasional.â ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut pengembangan kota hijau di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (20/6).
Pembangunan Nusantara Sembcorp Solar Energy Power Plant, investasi strategis dari Singapura yang memperkuat posisi IKN sebagai model kota hijau yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kapasitas 50 megawatt (MW) Nusantara di IKN tersebut menandai langkah konkret kerja sama antara Indonesia dan Singapura di sektor energi terbarukan.
Proyek tersebut dikembangkan melalui skema joint venture antara Sembcorp dan PLN Nusantara Power melalui anak perusahaan, jelas dia, yakni PLN Nusantara Renewables yang membentuk perusahaan patungan bernama PT Nusantara Sembcorp Solar Energi.
"Kerja sama itu mengembangkan dan mengoperasikan proyek PLTS di atas lahan seluas 86 hektare di kawasan IKN," tambahnya.
Proyek pembangunan PLTS diharapkan menjadi salah satu pusat inovasi dan pengembangan energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Singapura dalam transisi energi regional.
Pembangunan infrastruktur energi terbarukan seperti PLTS sejalan dengan rencana induk IKN yang merupakan salah satu prioritas utama, kata dia, mampu mempercepat pencapaian target nol emisi bersih (net zero emission) dan memperluas akses energi ramah lingkungan di kawasan IKN.
Sehingga, lanjut dia, menjadikan ibu kota negara Indonesia baru itu sebagai model kota masa depan yang mengintegrasikan inovasi, keberlanjutan, dan kedaulatan energi.
Bagian visi IKN dengan konsep kota yang menjadikan habitat manusia dan infrastruktur sebagai ekosistem hutan (smart sustainable forest city), PLTS tidak hanya menyediakan energi bersih, tetapi juga dirancang selaras dengan prinsip tata ruang berbasis ekologi dan konservasi hutan tropis di sekitarnya.
Langkah tersebut memperkuat tekad IKN untuk menjadi model kota masa depan yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tangguh secara lingkungan, serta menjadi bukti visi IKN menarik minat investor global yang komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan berkelas dunia, demikian Basuki Hadimuljono.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Biorefinery Cilacap, Menyulap Jelantah menjadi Bioavtur
-
Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Jabodetabek Aman Jelang Imlek dan Ramadan
-
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Sulut
-
Dukung Energi Hijau, Pemkot Jambi Jajaki Biomassa dan Waste to Energy
-
Istana Gelar Ratas Bahas Pasokan Energi Imbas Perang di Timur Tengah
-
Slot Soroti Performa Stabil Mac Allister Usai Kemenangan Tipis atas Forest
-
Transisi Energi Tak Boleh Abaikan Tarif dan Stabilitas Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.