- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Resmikan ...
Gubernur Pramono Resmikan Balai Warga Rawa Buaya dengan Nuansa Budaya Betawi
Jumat, 20 Jun 2025, 14:20 WIBJAKARTA - Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi menjelang ulang tahun ke-500 Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Balai Warga RW 09 di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (20/6/2025). Balai warga ini dibangun dengan mengusung konsep Rumah Adat Betawi (Rumah Kebaya) dan mengusung tema âLestarikan Budaya Betawi Menjelang Usia 5 Abad Kota Jakarta.â
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menekankan bahwa peresmian tersebut menjadi simbol kuatnya partisipasi dan kekeluargaan warga Jakarta. "Kegiatan peresmian seperti ini lebih menggembirakan karena wujud nyata dari partisipasi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kekeluargaan di Jakarta saat ini sangat kuat," ucapnya.
Ia berharap Balai Warga dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan sosial warga, sekaligus dijaga dan dirawat agar tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang. Pramono juga meminta Wali Kota dan jajaran PPSU turut menjaga kebersihan dan keasrian fasilitas tersebut. "Saya ingin balai ini tetap bersih dan rapi, bukan hanya saat gubernurnya datang saja," tegasnya.
Pramono juga mengapresiasi desain arsitektur balai yang mengadopsi elemen khas budaya Betawi, yang menurutnya selaras dengan semangat pelestarian budaya lokal di tengah pembangunan perkotaan. âTempatnya bagus sekali, bentuknya Rumah Kebaya, dan ini menandakan bahwa simbol-simbol kebetawian kita fungsikan di banyak tempat,â ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa dirinya telah menandatangani instruksi gubernur yang mewajibkan hotel berbintang empat dan lima di Jakarta menampilkan unsur kebetawian dalam desain atau pelayanannya. Ini menjadi bentuk konkret dari upaya Pemprov untuk menegaskan identitas budaya Jakarta di ruang publik.
Balai Warga Rawa Buaya dibangun di atas lahan seluas 300 meter persegi melalui kolaborasi antara pemerintah, warga setempat, dan pihak swasta. Fasilitas ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi RW atau kelurahan lain untuk membangun tempat serupa yang tidak hanya indah secara fisik, tapi juga hidup sebagai ruang interaksi sosial.
âMembangun Jakarta bukan soal memperbanyak fasilitas, tapi bagaimana kita memaksimalkan fungsi dari fasilitas yang sudah ada agar warga merasa terlibat dan dilayani dengan baik,â pungkas Pramono.
- HUT DKI
- Budaya Betawi
- 5 Abad Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
-
Motorola Razr 60: Ponsel Lipat Stylish dengan Cover Screen Fungsional
-
Empat Juta Bibit Arabica Gayo 3 Digelontorkan, Kementan Pacu Kebangkitan Perkebunan Aceh Pascabencana
-
Festival Belanja Erafone 2026 Tawarkan Diskon hingga Rp12 Juta dan Dukung Pendidikan di Enam Daerah
-
Sarana dan Prasarana Memadai, Pemkot Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
-
Tersembunyi Ribuan Tahun, Kuil Kuno Akhirnya Ditemukan di Oasis Terpencil Mesir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.