Langkah Inovatif Serang, Mengangkat Talas Beneng ke Pentas Nasional

Rabu, 17 Jun 2026, 21:25 WIB

SERANG – Di tengah upaya mendorong hilirisasi hasil pertanian lokal, Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, membawa sebuah inovasi unik ke ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII di Gorontalo, 20-25 Juni 2026.

Produk tersebut adalah tembakau tanpa nikotin yang diolah dari daun talas beneng, tanaman khas Banten yang selama ini lebih dikenal sebagai komoditas pangan dan bahan baku olahan.

Ket. Foto: Petani menyiapkan daun talas beneng (Colocasia esculentum) rajangan untuk diolah menjadi tembakau alternatif di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Serang, Banten. — Sumber: ANTARA/ Angga Budhiyanto.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui sentuhan kreativitas dan teknologi.

Daun talas beneng yang sebelumnya memiliki pemanfaatan terbatas kini diolah menjadi alternatif tembakau bebas nikotin, membuka peluang pasar baru sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi petani.

Bagi Kabupaten Serang, keikutsertaan dalam Penas KTNA bukan sekadar ajang pameran produk unggulan, melainkan juga sarana memperkenalkan inovasi pertanian yang lahir dari kekayaan sumber daya daerah.

Kehadiran produk ini mencerminkan semangat diversifikasi usaha tani, di mana komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui inovasi tembakau berbahan daun talas beneng tersebut, Kabupaten Serang berharap dapat menarik perhatian pelaku usaha, investor, dan komunitas pertanian dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan lokal di pasar yang semakin kompetitif.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Rabu (17/6), mengatakan inovasi olahan daun talas sebagai pengganti daun tembakau tersebut akan dipamerkan pada ajang nasional guna membangun jejaring kemitraan, terlebih produk ini telah berhasil menembus pasar ekspor.

"Tembakau dari daun talas kita pamerkan di sana karena sudah ekspor. Selain itu, ubi talasnya juga bisa diolah menjadi tepung untuk aneka kue. Ini dalam rangka meningkatkan kapasitas serta produktivitas para nelayan dan petani kita," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan komoditas talas beneng tersebut dikembangkan dan diolah oleh para petani di wilayah Kecamatan Pabuaran.

"Daunnya dibikin alternatif tembakau tanpa nikotin. Kemudian umbi talas nya dijadikan tepung yang bisa dibikin kue, baik brownies, roti, dan sebagainya," jelas Suhardjo.

Untuk memamerkan inovasi tersebut sekaligus menggali ilmu pertanian, Bupati Rachmatuzakiyah telah melepas 42 orang kontingen asal Kabupaten Serang. Jumlah delegasi yang terdiri atas 32 petani, lima pendamping, dan lima petugas Dinas Perikanan tersebut merupakan yang terbanyak di antara kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Mengingat Serang merupakan juara umum pada Pekan Daerah (Peda) Provinsi Banten 2025, Pemkab kembali menargetkan predikat juara umum pada Penas tahun ini. Sebagai bentuk motivasi, pemerintah daerah telah menyiapkan bonus bagi peserta yang berprestasi, yaitu berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan pompa air.

Meski demikian, Suhardjo mengingatkan bahwa substansi utama keberangkatan kontingen bukanlah sekadar mengejar piala perlombaan, melainkan mencari inovasi baru dari daerah lain untuk diterapkan di Serang.

"Makanya kita minta para peserta untuk memprioritaskan ikut seminar, kunjungan ke lapangan, serta praktik-praktik pelatihan tentang teknologi pertanian terbarukan," tegasnya.

Penas KTNA XVII rencananya akan dibuka oleh Menteri Pertanian dan ditutup langsung oleh Presiden RI. Pemerintah Kabupaten Serang berharap partisipasi aktif di ajang ini dapat menjembatani masuknya berbagai program dukungan pertanian nasional ke wilayah Serang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

DPR Dorong Keterbukaan BNPB soal Kebutuhan Penanganan Gempa NTT

Karhutla Singkawang Berdampak ke Pendidikan hingga Penerbangan, Pemkot Bergerak.

Kemenhut Targetkan Rehabilitasi 6.486 Hektare Mangrove di Kaltim pada 2026.

Ada Hadiah Rp5 Juta! Gubernur Kalteng Ajak Warga Laporkan Pelaku Karhutla di Kotim.

Wali Kota Bangga Bandung Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Asia

Pemkot Bandung: Harga Pangan Relatif Aman

Wali Kota: 143 Ribu Warga Bandung Terima Bantuan Beras

Pemkot Berharap Kawasan Kuliner Bandung Lebih Tertata dan Nyaman

Wali Kota: Kuliner dan Sport Tourism Jadi Peluang Besar Gerakkan Ekonomi Bandung

Korban Banjir Nepal Tembus 623 Orang, 638 Masih Hilang dalam Bencana Dahsyat

Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Edukasi Warga Jurumudi tentang Keselamatan Listrik dan Promo Tambah Daya.

Emil Dardak Minta Kader Demokrat Jatim Dahulukan Hajat Hidup Rakyat dari pada Pikirkan Pileg

Deteksi Gempa Belum Canggih, Legislator Usulkan BMKG Adopsi Teknologi Jepang

Bantaran Hangus Dampak Karhutla Semeru, Danau Ranu Kumbolo Kehilangan Pesona

PLN Hadirkan Sambungan Listrik Gratis untuk 83 Keluarga Prasejahtera di Jakarta Raya.

Ketombe Ganggu Aktivitas Keseharian Anda? Simak Cara Menghilangkannya

Tradisi Unik di Dieng! Belasan Anak Berambut Gimbal Ikuti Ruwatan di Dieng Culture Festival 2026

Dipakai Merekam Diam-diam, Meta Perbarui Kacamata Pintarnya

Jagung Bengkayang Jadi Incaran Bulog Kalbar, Serapan Terus Digenjot!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.