Keberlanjutan Ekosistem Laut Obi Terus Dijaga agar Tetap Produktif
Selasa, 17 Jun 2025, 10:20 WIBJAKARTA-Upaya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem di kawasan terus dilakukan perusahaan teknologi pemrosesan nikel PT. Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel.
Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny H. Gultom mengatakan terjaganya ekosistem kawasan terbukti dengan masih banyaknya nelayan yang bisa menangkap ikan besar dan jumlah banyak. Perusahaan tersebut menegaskan akan terus menjamin keberlanjutan ekosistem.
Pernyataan Tonny setelah perusahaan itu kembali menggelar Obi Fishing Tournament 2025 pada 14-15 Juni 2025 di sekitar perairan Akelamo dan Mala Mala, Pulau Obi, Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan juga membuktikan bahwa masih banyak ikan berukuran besar yang hidup di perairan Kawasi sekitar proyek perusahaan.Â
Turnamen mancing tersebut telah memasuki tahun keempat. Untuk tahun ini lomba mancing untuk para nelayan setempat mengusung tema "Mari Jaga Torang Pe Laut", yang artinya adalah ajakan untuk menjaga kelestarian laut sekaligus mempererat silaturahmi antara Harita Nickel dengan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny H. Gultom mengungkapkan, bahwa turnamen mancing ini dirancang sebagai ajang silaturahmi yang menyatukan perusahaan dengan nelayan setempat. âFishing tournament ini adalah silaturahmi sesama dengan nelayan namun sekalian ajang berlomba mencari ikan,â ujar Tonny, Minggu (14/6)
Tonny mengatakan bahwa, antusiasme masyarakat nelayan yang mengikuti lomba tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kali ini, total terdapat 135 peserta, terdiri dari 86 nelayan dari berbagai desa sekitar wilayah operasional Harita Nickel dan sisanya berasal dari karyawan berbagai unit perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, peserta memancing di area yang telah ditentukan, kemudian menimbang hasil tangkapan. Jika hasilnya dirasa belum cukup, peserta bisa kembali melaut hingga batas waktu lomba.
âMancing, tangkapan ikannya ditimbang, berasa kurang mereka pergi ke laut lagi. Disitu ada rasa kompetisinya. Kompetisi sehat, semoga fishing turnament ini memberi manfaat untuk nelayan,â tambah Tonny.
Tonny menegaskan bahwa kegiatan ini juga membuktikan kondisi perairan di Kawasi masih produktif.âTurnamen ini juga menunjukkan bahwa masih banyak ikan. Kami yakin bahwa perairan Kawasi ini ikannya masih banyak,"ungkap dia.
Beri Edukasi
Ia menjelaskan bahwa total hadiah yang disediakan panitia mencapai Rp 29 juta, seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai sesuai permintaan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Harita Nickel mengedukasi masyarakat dan mitra kerja tentang tanggung jawab lingkungan.
Fishing Turnament ini menjadi ajang tahunan bagi Masyarakat nelayan setempat. Harita Nickel sebagai penyelenggara juga menyediakan hiburan ketika pemenang dimumumkan. Hiburan yang ada adalah tarian anak dan juga penampilan band lokal masyarakat.
Dalam fishing tournament kali ini tercatat total hasil tangkapan dengan berat 94 kilogram. Peserta yang menyerahkan ikan sebanyak 9 peserta. Untuk juara 1 diberikan kepada Yusuf dan Yusman dengan total point 13,5 berhak menerima hadiah Rp 9 juta, Adapun rincian hasil tangkapannya ikan jenis tuna 19 kg, kerapu 8 kg, dan kakap 7 kg.Â
Sementara juara 2 diraih oleh Max Sikape dan Sonny Tamansa dengan point 12 berhak menerima hadiah Rp 6 juta, keduanya berhasil mendapatkan ikan kakap 7 kg, kakap 9 kg, dan kerapu 6 kg. Terakhir juara 3 diraih oleh Fifan Lube dan Edi Susanto dengan 7 point berhak menerima hadiah Rp 4 juta, hasil tangkapan keduanya jenis ikan bubara 12,5 kg dan tuna 3,5 kg.
Perusahaan juga memberikan apresiasi kepada juara harapan 1 dan 2 serta juara unik dan favorite. Max Sikape 50 Tahun Nelayan Pemenang juara 2 mengatakan, bahwa dirinya sudah dua kali mengikuti turnamen mancing yang diselenggarakan Harita Nickel.Â
Tetapi saat itu masih gagal karena tidak ada bukti berhasil mendapatkan ikan. âJadi harus ada bukti video ketika mendapatkan ikan,â kata dia, di acara penyerahan hadiah fishing tournament, Minggu (15/5).Â
Max mengatakan, bahwa ikan yang didapatkan sehingga menjadi juara 2 berasal dari perairan muka kawasi. âJadi saya mau katakan bahwa di perairan dekat proyek perusahaan masih banyak ikan besar, buktinya saya dapat,â kata dia.
Bahkan kata Max, dirinya pernah mendapatkan ikan bobara seberat 32 kilogram. âSaya sering dapat ikan di pinggiran. Sama makan ikannya dan tidak ada masalah ikannya,â terang dia.Â
Namun demikian, Max tidak patah arang dan mengikuti lagi kegiatan tersebut sampai akhirnya mendapatkan juara 2. âSaya harusnya juara 1, dapat ikan kakap (okobara) besar tetapi lepas,â ujar Max.
Ia mengatakan bahwa dirinya adalah nelayan kecil yang hidup dari mencari ikan di pinggir-pinggir perairan kawasi dekat proyek perusahaan. âUntuk dijual dan makan sendiri ikannya,â terang dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Bawaslu Perkuat Pengawasan PSU Pilkada 2024 di Daerah Rawan
-
WHO: Epidemi Mpox Masih Jadi Darurat Kesehatan Global
-
Mendikdasmen Akui Terima Masukan DPR soal Sistem PPDB, tapi….
-
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Rob di Jakarta Utara
-
Di Forum WEF, Presiden Prabowo Sebut Program CKG Hemat Miliaran Dollar AS lewat Peningkatan Produktivitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.