Bukan Sekadar Cangkul: Ketahanan Pangan RI Bertumpu pada Inovasi
Senin, 16 Jun 2025, 23:55 WIBJAKARTA â Modernisasi pertanian dan pengelolaan irigasi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Modernisasi irigasi memastikan ketersediaan air yang cukup dan efisien untuk tanaman, sementara modernisasi pertanian mencakup penggunaan teknologi dan praktik terbaik untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi dampak lingkungan.
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan modernisasi pertanian, pengelolaan irigasi, penggunaan varietas unggul, pemupukan dan pengendalian hama menjadi kunci Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia.
"Faktor kunci swasembada pangan ini tentu tidak jauh-jauh dari bagaimana kita menggunakan varietas unggul yang umurnya pendek, hasilnya tinggi, kemudian bagaimana kita mengadopsi teknologi. Saat ini sangat gencar diberikan banyak bantuan alat mesin pertanian ke seluruh provinsi," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan Husnain di Jakarta, Senin (16/6).
Dikatakan dia, saat ini ada potensi ancaman pangan dunia, dengan catatan 58 negara mengalami kelaparan serius dan 900 juta penduduk dunia mengalami kelaparan.
Selain itu, disampaikannya di Indonesia terdapat 7 hingga 16 persen masyarakat masuk dalam kategori rentan kelaparan.
"Indonesia sendiri memang kita masih ada juga krisis pangan, tetapi tidak terlalu luas. Sekitar 7 sampai 16 persen ini masih ada rentan kelaparan," katanya.
Ia mengatakan negara-negara, seperti Jepang, Filipina dan Malaysia datang ke Indonesia untuk berdiskusi mengenai program apa saja yang dijalankan untuk menjaga produktivitas pangan di tengah ancaman krisis.
Dijelaskan Husnain, bakal terus menggencarkan modernisasi alat pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan mengajak generasi muda untuk ikut andil dalam menjaga ketahanan pangan.
Selanjutnya memperkuat infrastruktur irigasi dengan pemerataan distribusi air dari lahan rawa, serta pengendalian hama penyakit tanaman.
"Jadi cukup kompleks permasalahan air irigasi di Indonesia ini. Kemudian selanjutnya adalah pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Kalau ini sudah bisa kita kendalikan, pemupukan itu dengan subsidi pupuk, kemudian pengendalian hama, ini mungkin juga sangat terkait dengan perubahan-perubahan iklim yang terjadi," ucapnya.
Sebelumnya, Kementan mengakselerasi percepatan tanam di berbagai daerah strategis, salah satunya di Jawa Tengah dan Banten, untuk meningkatkan produksi, dan memastikan ketahanan pangan nasional sehingga mewujudkan swasembada pangan.
Upaya yang dilakukan dengan mengerahkan sembilan unit traktor roda empat untuk mempercepat olah lahan, terdiri dari delapan unit dari Brigade Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan satu unit dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal.
Percepatan itu merupakan bagian dari strategi peningkatan luas tambah tanam (LTT) nasional yang harus dimaksimalkan padaMei ini.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cuaca Akhir Pekan, Sebagian Wilayah Indonesia Dibasahi Hujan Ringan
-
Ekosistem Kreator Digital Indonesia Mulai Dibahas
-
Dukung Gizi Anak, Sirukam Dairy Farm Disebut Layak Jadi Mitra Suplai Susu Program MBG
-
Benjamin Bonzi Ukir Kejutan Besar Pertama di Babak Pembuka Wimbledon dengan Singkirkan Medvedev
-
Alcaraz Dominan atas Dimitrov
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.