- Home
-
- Megapolitan
-
- Pramono: Dana Pembangunan ...
Pramono: Dana Pembangunan 'Giant Sea Wall' Merupakan Hasil Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Minggu, 15 Jun 2025, 20:48 WIBJAKARTA â Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan salah satu pendapatan Jakarta untuk membangun megaproyek tanggul laut raksasa atau "Giant Sea Wall", yakni dari pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Pramono saat menjadi pembicara dalam acara Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Minggu (15/6), menyebutkan APBD DKI Jakarta saat ini mencapai Rp91 triliun yang diharapkan terus bertambah di tahun depan.
Sedangkan untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) rata-rata mencapai Rp5â6 triliun dan real SiLPA terhitung sebanyak Rp2â3 triliun.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kami setiap tahun minimum harus spend sekitar Rp5 triliun untuk Sea Wall sepanjang 19 kilometer (km)," ujarnya.
Dia berharap dengan membangun tanggul laut raksasa sepanjang 19 km akan menjadi proyek panjang yang menantang dan dapat menguntungkan.
Menurut Pramono, pengolahan sampah menjadi energi akan digunakan semuanya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sehingga diharapkan persoalan sampah selesai. Bahkan, Pemprov DKI berencana membangun empat PLTS, di mana satu PLTS feeder per hariannya 2.500 itu sekitar 1.500 Mega Watt (MW)
"Persoalan sampah selesai, persoalan listriknya terpenuhi, pencemarannya juga akan berkurang banyak, dan itu kemudian kan ada revenue (pendapatan) buat Jakarta. Revenue ini akan digunakan untuk membangun Giant Sea Wall," ujarnya,
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto sempat mencari kehadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penutupan konferensi infrastruktur ICI 2025, guna meminta Pemprov DKI agar mau patungan melalui APBD dalam pembangunan mega proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).
Presiden menjelaskan bahwa proyek tanggul laut raksasa yang membentang sepanjang 500 kilometer di pantai utara Jawa, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, membutuhkan biaya pembangunan sebesar 80 miliar dollar AS, termasuk di Teluk Jakarta secara khusus sebesar 8 miliar dollar AS sampai 10 miliar dollar AS.
- Gubernur DKI Pramono Anung
- "Giant Sea Wall"
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
-
Hancurkan Pelita Jaya di Kandang, Bogor Hornbills Curi Kemenangan Krusial dengan Cara Sadis!
-
KPK Dalami Pembelian Sistem ATG di Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina, Pejabat PT Sempurna Global Diperiksa
-
Sambut HUT ke-499 Jakarta, Walikota Jaktim Munjirin Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta
-
Nilai Tukar Masih Tertekan, Rupiah Melemah di Atas 6 Persen Sepanjang 2026
-
Emas Antam Kembali Turun pada Sabtu Ini, Harganya Rp2,668 Juta/Gr
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.