Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemeliharaan Situs Batu Pahat oleh Balai Pelestarian Kebudayaanq

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Pemeliharaan Situs Batu Pahat oleh Balai Pelestarian Kebudayaanq Doc: Antara
Ket. Tim konservasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Bali Nusra melakukan pemeliharaan pada situs bersejarah Candi Tebing Wadu Pa’a atau batu pahat di Desa Kananta, Nusa Tenggara Barat.

Bima - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali Nusa Tenggara merampungkan kegiatan pemeliharaan situs batu pahat yang familier dikenal candi tebing Wadu Pa’adi Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kegiatan itu berlangsung selama empat hari mulai 11 Juni-14 Juni 2025, sebagai tindak lanjut dari hasil studi konservasi yang telah dilakukan pada April lalu," kata ketua tim konservasi itu, Ni Wayan Karolina, di Bima, Minggu.

Ia mengatakan pemeliharaan situs bertujuan menghambat gejala kerusakan dan pelapukan yang terjadi akibat faktor internal maupun eksternal, serta menjaga kondisi fisik situs agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan kondisi fisik yang terawat, katanya, cagar budaya batu pahat bisa bertahan lebih lama dan bisa diwariskan ke generasi mendatang. Situs batu pahat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengembangan pariwisata.

Balai Pelestarian Kebudayaan melakukan empat tahapan konservasi dimulai dengan pembersihan mekanis kering untuk menghilangkan debu dan kotoran dari permukaan relief, pembersihan tradisional menggunakan minyak emulsi serei wangi yang disemprotkan secara hati-hati.

Selanjutnya, pembersihan mekanis basah guna mengangkat sisa lumut dan debu pasca-penyemprotan dan terakhir tahap konsolidasi, yakni penguatan material tanah dan batu yang mulai rapuh agar lebih kokoh dan tidak mudah rusak.

Pada April lalu, timnya sudah melakukan pendataan keterawatan relief, pengumpulan data lingkungan sekitar situs, serta dokumentasi kondisi terkini yang menjadi dasar perencanaan tindakan konservasi.

"Hasilnya tim menemukan adanya kerusakan pada relief batu yang disebabkan oleh pelapukan biologis seperti tumbuhnya lumut dan jamur, serta pelapukan fisik akibat cuaca dan perubahan suhu," ucapnya.

Karolina menekankan pentingnya pelestarian situs bersejarah mengingat Wadu Pa’a adalah salah satu situs penting di Bima yang memiliki nilai historis tinggi.

"Kami berupaya menjaga agar relief yang ada tidak semakin rusak oleh faktor alam. Setiap tahapan dilakukan secara hati-hati dan sesuai standar konservasi nasional,” ujarnya.

Balai Pelestarian Kebudayaan menyatakan partisipasi masyarakat sekitar sebagai penting dalam menjaga kelestarian situs. Tim konservasi yang bertugas melalukan pemeliharaan berjumlah empat orang, yakni Ni Wayan Karolina, Dewa Made Suastika, I Nyoman Sumertha, dan I Wayan Gede Juliana.

Situs Wadu Pa'a memiliki beberapa bentuk pahatan relief agama Hindu-Buddha, seperti Dewa Ganesha, Sang Buddha, Chattra, Lingga, hingga Siwa Mahaguru. Setiap pahatan relief menandakan bahwa Wadu Pa'a dahulu menjadi lokasi untuk pemujaan Hindu bercampur dengan Buddha yang diperkirakan ada pada abad ke-11 Masehi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.