Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budi Daya Padi Apung: Sumsel Buka Lembaran Baru Pertanian

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 18:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Daya Padi Apung: Sumsel Buka Lembaran Baru Pertanian Doc: ANTARA/ Ahmad Rafli Baiduri
Ket. Seorang petani di Sumsel yang membudidayakan metode padi apung.

PALEMBANG - Inovasi sistem tanam padi dapat membantu menjaga stabilitas produksi padi, bahkan di tengah tantangan seperti perubahan iklim, sehingga ketersediaan pangan tetap terjamin. 

Inovasi dapat mengurangi kebergantungan pada kondisi cuaca ekstrem dan hama penyakit, serta potensi gagal panen. 

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) uji coba budi daya padi apung pada 2025.

Kasi Pelayanan Mutu Teknis Benih Dinas Pertanian Sumsel Wahyu Anita Sari, di Palembang, Sabtu (14/6), mengatakan pada 2024, pihaknya sudah pernah mengujicobakan budi daya padi apung itu, dengan penggunaan sekitar 16 varietas padi.

Dari uji coba tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. Namun, tantangan yang dihadapi yaitu organisme pengganggu tanaman (OPT) menjelang masa panen.

Oleh sebab itu, pada tahun 2025 ini, pihaknya akan kembali melakukan uji coba budi daya padi apung dengan memperhatikan faktor-faktor yang menjadi penghambat di tahun sebelumnya.

Adapun rencana itu akan dilakukan pada areal seluas 9.000 meter persegi yang terletak di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, dengan rencana pembibitan sebanyak 61 varietas padi.

“Nanti berbagai varietas yang kami tanam ini akan dipamerkan dalam acara Gebyar Perbenihan di September 2025, dengan harapan ada pihak yang melihat dan tertarik untuk kemudian bisa berinvestasi dengan metode penanaman padi apung,” ujarnya pula.

Menurutnya, selain gangguan OPT, dalam pengembangan budi daya padi apung memiliki tantangan lain, seperti faktor biaya operasional juga menjadi salah satu catatan, karena padi apung bisa memerlukan 2-3 kali lipat dari biaya operasional yang biasa digunakan dalam penanaman padi konvensional.

"Sedangkan, dari sisi efisiensi dan efektifnya, memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tetapi dampaknya itu tadi, produksi bisa meningkat karena penanaman bisa dua kali,” kata dia lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.