Program CSR di Desa Perlu Sejalan dengan Upaya Pemerintah Mewujudkan Swasembada Pangan

Jumat, 13 Jun 2025, 13:45 WIB

JAKARTA - Perusahaan di Indonesia diharapkan berkolaborasi dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaannya (CSR) dengan upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Desa sebagai sumber produksi pangan bagi masyarakat perkotaan perlu mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan Dana Desa yang dikucurkan pemerintah.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT Kemendes PDT) Drs. Samsul Widodo, M.A., saat menyampaikan keynote speech di acara puncak penghargaan TOP CSR Awards 2025, di Hotel Raffles Jakarta, pada hari Rabu (11/06).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT Kemendes PDT) Drs. Samsul Widodo, M.A., saat menyampaikan pidato kunci. — Sumber: TopBusiness

“Pemerintah telah menetapkan Indonesia harus swasembada pangan. Sementara sumber produksi pangan ada di desa. Maka, masa depan pangan Indonesia, ada di desa. Diharapkan CSR yang dijalankan perusahaan dapat membantu mengembangkan sistem pangan. Ini selaras dengan kebutuhan pangan yang akan naik dengan kenaikan jumlah penduduk,” paparnya.

Ia berharap semoga ke depan peran CSR semakin signifikan. Karena setiap tahun kurang lebih ada dana 500 triliun rupiah yang masuk ke desa. Isunya bukan ada uang atau tidak ada uang. Isunya adalah bagaimana dana tersebut bisa digunakan lebih berkualitas.

“Jangan-jangan yang dibutuhkan oleh orang desa bukan tambahan uang dari CSR tapi yang dibutuhkan adalah bapak dan ibu mendampingi mereka, bagaimana mereka menggunakan uang yang mereka punyai,” ungkap Samsul.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan pendampingan ini sangat penting untuk bisa meningkatkan kualitas pemanfaatan dana desa. Program CSR bisa berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk menciptakan desa-desa yang lebih sejahtera untuk menciptakan sistem pangan yang menjamin kedaulatan pangan Indonesia.

Terhubung Strategi Bisnis

Penghargaan TOP CSR Awards 2025 diberikan kepada sejumlah perusahaan terkemuka dari berbagai sektor bisnis di Indonesia. Digelar di Hotel Raffles Jakarta, Rabu, 11/06/2025, Top CSR Awards 2025 merupakan kelanjutan dari ajang sejenis yang berlangsung sedari tahun 2016. Ajang tersebut digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga/pakar.

Acara tersebut dihadiri oleh hampir 600 orang dari berbagai kalangan. Mereka adalah para CEO/pimpinan perusahaan yang memenangkan penghargaan tersebut, pejabat/kalangan pemerintahan, media massa, dan lain-lain.

Tingkatkan Reputasi

Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, Dr. Mas Achmad Daniri, menyampaikan bahwa di era modern, CSR tidak hanya donasi, kegiatan filantropi, atau bantuan sosial. Kini, CSR merupakan bagian dari strategi bisnis korporasi.

CSR bermanfaat untuk meningkatkan reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan dalam rantai bisnis perusahaan, dan mengurangi risiko bisnis. Bahkan, kini para investor dan lembaga pembiayaan, mensyaratkan implementasi CSR yang baik, yang dilakukan dengan mengadopsi pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance).

Daniri menambahkan, agar program CSR perusahaan lebih efektif dan saling memberi manfaat, perusahaan dapat merancang dan melaksanakannya melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV). Hal itu guna memberikan manfaat win-win bagi masyarakat sekitar, dan bagi pemangku kepentingan seperti pemda/pemerintah, atau pun bagi perusahaan.

“Kami mengharapkan agar setiap perusahaan, memiliki roadmap bisnis yang memperhatikan aspek perubahan iklim dan transisi energi. Ke depan, regulasi terkait aspek perubahan iklim dan transisi energi ini akan makin ketat untuk diterapkan, guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” kata Daniri.

Bisnis Berkelanjutan

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2024, M. Lutfi Handayani, MM., MBA., mengatakan bahwa tema yang diangkat untuk tahun 2025 ini adalah: CSR for Sustainable Business Growth and Asta Cita Government Programs. Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness itu pun mengatakan bahwa tema itu bertujuan mendorong perusahaan yang beroperasi di Indonesia dapat menjalankan program CSR untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

“Dan mendukung pencapaian program Asta Cita Kabinet Merah Putih 2024-2029,” kata dia.

Lutfi menambahkan, tujuan lain penyelenggaran TOP CSR Awards 2025 adalah mendorong implementasi CSR sesuai ISO 26000 SR (Social Responsibility) sebagai panduan global bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR.

Papar Lutfi, TOP CSR Awards 2025 diikuti oleh hampir 1.000 perusahaan di Indonesia (longlist peserta). Sebanyak 238 perusahaan mendaftar, dan 218 perusahaan mengikuti penilaian secara lengkap.

“Jumlah ini meningkat 20,2 persen dibanding tahun 2024 yang sebanyak 198 peserta,” lanjutnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.