FAO: “Overfishing” Ancam Sepertiga Stok Ikan Global

Kamis, 12 Jun 2025, 02:25 WIB

ROMA - Lebih dari sepertiga stok ikan global terkuras dengan kecepatan yang mendorong terjadinya penurunan laju populasinya, menandai tren yang semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah studi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berkantor pusat di Roma, Italia, itu menemukan fakta bahwa 35,5 persen stok laut mengalami penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing), berdasarkan hasil data tangkapan terbaru yang menggunakan metodologi yang telah diperbarui.

Ket. Foto: Sejumlah nelayan menurunkan hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Kasimedu, Chennai, India, beberapa waktu lalu. Pada Rabu (11/6), FAO melaporkan bahwa lebih dari sepertiga stok ikan global telah terkuras dengan kecepatan yang mendorong terjadinya penurunan. — Sumber: AFP/R Satish BABU

Temuan tersebut, yang diungkapkan pada Rabu (11/6) di Konferensi Kelautan PBB di Nice, memperjelas bahwa melanjutkan tingkat penangkapan ikan saat ini akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan, kata FAO.

"Proporsi stok ikan yang ditangkap secara berlebihan terus meningkat pada tingkat sekitar 1 persen per tahun akhir-akhir ini, yang merupakan masalah yang signifikan," ungkap penulis studi tersebut. "Hal ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk memperkuat manajemen yang efektif di semua sektor perikanan," imbuh dia.

Dokumen setebal 500 halaman tersebut, yang digambarkan sebagai penilaian yang paling komprehensif, berbasis bukti, dan dibangun oleh masyarakat mengenai status stok ikan global, menyoroti aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan di laut, yang membahayakan spesies seperti hiu dan pari.

Menurunnya jumlah ikan bisa mengganggu kestabilan ekosistem laut, sekaligus menantang kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencari nafkah, terutama di masyarakat pesisir. Laporan FAO pada tahun 2022 menemukan bahwa 600 juta orang bergantung pada perikanan dan akuakultur, untuk mata pencaharian mereka.

Sistem pengelolaan kelautan dan data yang lebih baik membantu membuat penangkapan ikan lebih berkelanjutan di beberapa tempat.

Pendanaan juga merupakan kunci untuk mengisi kembali stok ikan global, tulis para penulis. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB ke-14 tentang melestarikan dan menggunakan sumber daya laut, samudra, dan kelautan secara berkelanjutan, merupakan salah satu yang paling sedikit didanai.

Menurut PBB berdasarkan target keempatnya, penangkapan ikan berlebihan seharusnya sudah dihentikan sejak lima tahun lalu. SB/ST/Bloomberg/I-1

  • ikan

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.