Di Tengah Euforia Timnas, Krisis Finansial Menghantui Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Selasa, 18 Mar 2025, 08:00 WIB

JAKARTA- Masalah krisis finansial yang berakibat penunggakan gaji pemain kembali mencuat dalam sepak bola Indonesia. Isu yang sudah lama terjadi ini belum juga menemukan solusi konkret dari PSSI maupun operator kompetisi.

“Pada musim 2012, kampanye solidaritas bertajuk #DeritaMuDeritaKuJuga sempat digaungkan untuk menyoroti nasib para pemain yang gajinya belum dibayarkan. Sayangnya, lebih dari satu dekade berlalu, kondisi masih belum berubah,” tulis Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali dalam akun Instagram pribadinya, Senin (17/3)

Ket. Foto: Dari 26 klub yang berpartisipasi, 13 klub tercatat menunggak gaji pemainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa sistem keuangan klub-klub Liga 2 masih jauh dari kata stabil. — Sumber: Istimewa

Musim ini, temuan dari SOS menunjukkan bahwa total tunggakan gaji pemain klub Liga 2 Indonesia mencapai 8,1 miliar rupiah. Dari 26 klub yang berpartisipasi di kompetisi tersebut, 13 klub tercatat menunggak gaji pemainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa sistem keuangan klub-klub Liga 2 masih jauh dari kata stabil.

Bukan hanya Liga 2 yang bermasalah. Klub-klub Liga 1 pun masih memiliki kasus serupa. “Beberapa tim seperti Persija Jakarta, PSIS Semarang, dan PSM Makassar diketahui masih memiliki kewajiban finansial terhadap pemainnya. Bahkan, beberapa klub seperti Arema FC dan Madura United masih memiliki tunggakan gaji sejak musim 2019 yang belum diselesaikan,” jelas Akmal.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa persyaratan finansial sebagai syarat lisensi klub profesional AFC belum dijalankan secara maksimal. Seharusnya, verifikasi keuangan menjadi syarat utama agar klub tidak sekadar bisa berkompetisi, tetapi juga mampu memenuhi kewajibannya kepada pemain dan staf,” sambungnya.

Akmal menegaskan situasi ini menjadi peringatan keras bagi sepak bola Indonesia. Jika masalah finansial klub terus dibiarkan tanpa solusi konkret, maka dampaknya tidak hanya pada pemain tetapi juga pada kredibilitas kompetisi secara keseluruhan. PSSI serta operator liga harus segera membuat kebijakan tegas untuk memastikan klub-klub yang berlaga memiliki keuangan yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kontrak pemain.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.