RSHS Bandung Pastikan Peserta PDDS Tak Lagi Dapat Akses Obat Bius

Rabu, 11 Jun 2025, 19:54 WIB

KOTA BANDUNG - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memastikan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tidak lagi memiliki akses langsung terhadap obat bius.

Direktur Utama RSHS Rachim Dinata Marsidi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6), menyatakan hal tersebut menyusul kasus pemerkosaan oleh dokter residen Priguna Anugerah Pratama yang menggunakan obat tersebut untuk melumpuhkan para korban.

Ket. Foto: Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Rachim Dinata saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6). — Sumber: ANTARA/Rubby Jovan

“Kami sekarang tidak ada lagi PPDS yang ambil obat, semua diambil oleh perawat kami. Jadi kami pengawasannya selalu lugas,” katanya.

Rachim mengatakan bahwa obat bius yang disalahgunakan oleh Priguna berasal dari lingkungan rumah sakit saat masih menjalani pendidikan sebagai residen anestesi.

Menurut dia, tindakan tersebut berlangsung tanpa sepengetahuan manajemen rumah sakit dan Priguna kerap memberikan hanya sebagian dari dosis obat bius yang seharusnya diberikan kepada pasien, sementara sisanya ia simpan untuk kepentingan pribadi.

“Betul (obat diambil dari RSHS). Saat jadi residen, dia sengaja menyisakan seperempat dosis dari yang seharusnya diberikan. Dari empat pasien, dia sudah bisa kumpulkan satu dosis,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan menyatakan bahwa Priguna meracik sendiri obat bius yang digunakan dalam aksi kejahatannya.

Surawan mengatakan Priguna mengambil dan meracik obat tersebut dengan dosis di luar standar operasional prosedur (SOP), tanpa pengawasan yang ketat dari rumah sakit tempat dirinya bertugas.

“Itu (obat) diambil dari dalam rumah sakit. Dia membuat resep sendiri dan menyalahi SOP,” ujar Surawan.

Atas temuan tersebut, Surawan mengimbau pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi ketat terhadap sistem pengawasan dan penggunaan obat bius.

“Iya (harus dievaluasi),” ujarnya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Batang Siagakan Reaksi Cepat Bencana, Kudus Kucurkan Bantuan Air Bersih

Unjuk Rasa Damai Mahasiswa Yogyakarta Diapresiasi Polda DIY

Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Produk UMKM Jadi Idola Tiap Daerah untuk Dipromosikan

Besok Persija Luncurkan Tim, Pendukung Diharapkan Menggeruduk JIS

Pria Jangan Terlalu Lama Mengantongi Telepon Genggam di Saku Celana. Kenapa? Berbahaya

Sejak Tahun 1900, Negara Ini Mengalami Musim Panas Paling Terik

Perkuat Keamanan Maritim, Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code

Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur

Ditjen Hubdat Dukung Konektivitas di Wilayah Penyangga Ibu Kota Nusantara

Home Sweet Loan The Musical Hadir di Taman Literasi, Angkat Perjuangan Generasi Muda Miliki Hunian Layak

Atasi Kekeringan, Pemkab Purwakarta Serahkan 34 Pompa untuk Petani

Harga Emas Antam pada Jumat (28/8) Turun Rp5.000 Menjadi Rp2,718 Juta/Gr

Mengagetkan Hasil Penelitian Ini, Kebiasaan Mengambil “Screenshot” Bisa Memicu Gangguan Ingatan

Tingkatkan Efisiensi dan Percepat Layanan Publik! Legislator Jabar Dukung Perampingan Satuan Kerja Pemprov

Waduh Mengkhawatirkan! Gunung Lewotobi Meletus dan Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Km pada Pagi Ini

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Catat Tempat dan Waktu Layanannya, Samsat Keliling Hanya Buka di Delapan Wilayah Detabek pada Jumat

Menanti Sinyal The Fed - 28 Agustus 2026

Lewat Sertifikasi Halal, Pemkab Ponorogo Dorong Penguatan Daya Saing UMKM

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.