Peta Persaingan Piala Dunia 2026: Siapa Penantang Serius Argentina?

Minggu, 08 Jun 2025, 09:15 WIB

PARIS — Piala Dunia 2026 di Amerika Utara akan menjadi yang pertama menampilkan 48 tim, namun perluasan peserta belum tentu berarti bertambahnya jumlah kandidat kuat untuk merebut takhta dari tangan Argentina, sang juara bertahan.

Dalam 22 edisi sebelumnya, hanya delapan negara yang pernah mengangkat trofi. Argentina, yang menundukkan Prancis lewat adu penalti di final dramatis Qatar 2022, telah tiga kali menjadi juara. Jumlah itu hanya kalah dari Brasil (5) serta Jerman dan Italia (masing-masing 4).

Ket. Foto: Trofi Piala Dunia. — Sumber: AFP

Argentina, yang kini memimpin peringkat FIFA dan baru saja menjuarai dua edisi terakhir Copa America, termasuk edisi 2024 di AS, tetap menjadi favorit. Mereka juga menjadi tim Amerika Selatan pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia. Sebagian besar skuad 2022 masih dipertahankan Lionel Scaloni, dan bintang veteran Lionel Messi — yang akan berusia 39 tahun saat turnamen berlangsung — diprediksi tetap berperan.

"Dia ingin bermain di Piala Dunia, dan semua orang ingin melihatnya tampil," ujar Scaloni.

Brasil, juara di AS pada tahun 1994, tengah dilanda krisis performa. Setelah tersingkirnya Dorival Junior, tongkat pelatih kini dipegang Carlo Ancelotti. Namun debut sang pelatih ditandai hasil imbang tanpa gol lawan Ekuador.

“Saya punya tugas besar dan berharap Brasil bisa kembali juara,” kata Ancelotti, yang menyebut targetnya hanyalah satu: menang.

Sementara itu, dari Eropa, Spanyol menjadi kandidat kuat untuk gelar kedua mereka setelah sukses pada tahun 2010. Skuad Luis de la Fuente punya talenta muda paling bersinar saat ini, Lamine Yamal, yang akan berusia 19 tahun saat turnamen berlangsung. Mereka akan memulai kualifikasi pada bulan September.

Prancis juga tak bisa dikesampingkan, mengingat mereka tampil di dua final terakhir. Turnamen ini akan menjadi ajang perpisahan bagi pelatih Didier Deschamps setelah 14 tahun memimpin. Kylian Mbappe pun bertekad menambah koleksi medali emas.

Inggris berharap mengakhiri puasa gelar sejak 1966 dengan menunjuk Thomas Tuchel. “Saya tahu ada trofi yang hilang... dan saya ingin membantu mewujudkannya,” kata pelatih asal Jerman itu. Inggris akan bertumpu pada Jude Bellingham dan Harry Kane, yang mungkin menjalani Piala Dunia terakhirnya di usia 32 tahun.

Jerman, yang gagal lolos dari fase grup di dua edisi terakhir, kini di tangan Julian Nagelsmann. Jika Florian Wirtz dan Jamal Musiala bisa dikombinasikan dengan baik, kebangkitan Der Panzer bisa terjadi.

Italia, dua kali absen di Piala Dunia, hanya menargetkan satu hal: lolos. “Kami harus berada di sana, itu sangat krusial,” ujar pelatih Luciano Spalletti.

Sementara itu, Belanda—tiga kali finalis tanpa gelar—masih punya potensi mengejutkan. Namun Portugal dianggap lebih menjanjikan, meski tetap muncul pertanyaan: apakah kehadiran Cristiano Ronaldo di usia 41 tahun akan membantu atau justru membebani tim bertabur talenta muda?

Harapan untuk melihat tuan rumah menjuarai turnamen seperti Prancis pada 1998 terbilang kecil.

AS ditangani Mauricio Pochettino, yang sempat menetapkan target muluk: menjadi juara. Namun performa mereka belum meyakinkan. Meksiko menargetkan perempat final — menyamai pencapaian terbaik mereka — sementara Kanada akan menganggap lolos dari fase grup sebagai keberhasilan besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.