Alcaraz vs Sinner di Final Prancis Open: Era Baru Tenis Dunia Resmi Dimulai
Minggu, 08 Jun 2025, 08:30 WIBPARIS, PRANCIS â Duel final French Open 2025 antara Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner yang digelar Minggu (8/6) malam waktu setempat menjadi tonggak sejarah baru bagi tenis putra. Untuk pertama kalinya, dua pemain kelahiran tahun 2000-an akan saling berhadapan di final Grand Slam.
Carlos Alcaraz (22) akan mempertahankan gelar juaranya di Roland Garros menghadapi Jannik Sinner (23), yang tengah dalam performa terbaik usai merebut dua gelar Grand Slam terakhir: US Open 2023 dan Australian Open 2024.
âDia adalah petenis terbaik saat ini. Dia menghancurkan semua lawannya,â ujar Alcaraz memuji calon lawannya.
âTapi saya suka pertarungan ini. Meski kebanyakan waktunya hanya soal bertahan hidup, karena dia mendorong Anda ke batas.â
Alcaraz unggul 7-4 dalam rekor pertemuan mereka, termasuk kemenangan di final Italian Open bulan lalu. Namun Sinner juga punya motivasi tinggi: ia belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, sementara Alcaraz harus bertarung habis-habisan di beberapa laga awal.
Kemenangan atas Lorenzo Musetti di semifinalâmeski berakhir lebih cepat karena lawan mundurâmembuat Alcaraz lebih bugar menyambut final.
Sinner, yang kini memegang peringkat 1 dunia, tercatat hanya kalah satu kali di sepanjang tahun ini (18 menang â 1 kalah), dan sedang menorehkan 20 kemenangan beruntun di ajang Grand Slam.
Performa impresif Sinner tahun ini sempat tertunda akibat skandal doping. Ia dilarang tampil selama tiga bulan setelah ditemukan jejak steroid clostebol, meskipun dinyatakan tidak bersalah karena kontaminasi dari krim pengobatan luka yang digunakan fisioterapisnya.
Kini, comeback-nya begitu luar biasa hingga melangkah ke final pertamanya di Roland Garros, berpeluang menjadi petenis Italia pertama yang menjuarai turnamen ini sejak Adriano Panatta pada 1976.
âFinal Grand Slam melawan Carlos, ini momen spesial bagi saya, dan juga untuknya,â ucap Sinner. âKami sama-sama muda dan punya gaya yang berbeda, tapi kami berdua bertalenta.â
Dengan tersingkirnya Novak Djokovic di semifinalâyang mengakui laga itu mungkin menjadi penampilan terakhirnya di Roland Garrosâera "Big Three" semakin menghilang dari panggung utama.
Alcaraz dan Sinner, yang sama-sama belum pernah kalah di final Grand Slam, kini menjadi ikon rivalitas baru tenis dunia. Namun Sinner tak ingin membandingkan terlalu dini.
âPerbandingan dengan Federer, Nadal, dan Djokovic? Terlalu cepat,â katanya. âTapi tenis selalu butuh rivalitas, dan mungkin ini akan menjadi salah satunya.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
-
Manchester United Percayakan Kursi Pelatih Permanen kepada Carrick
-
Jannik Sinner Juarai Wimbledon 2026 usai Kalahkan Alexander Zverev
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Persib VS Persijap: Babak Pertama Laga Tanpa Gol, Maung Bandung Ketar Ketir
-
Piala Dunia 2026 Bergulir di Tengah Euforia, Harga Tiket Fantastis, dan Polemik Visa
-
Jannik Sinner Siap Catatkan Career Grand Slam di Roland Garros
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.