• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pencatatan Digital dan Sen...

Pencatatan Digital dan Sensor Kesehatan, Tingkatkan Efektivitas Usaha Peternakan Sapi

Jumat, 06 Jun 2025, 15:20 WIB

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Susu Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Nestle Indonesia menyatakan komitmennya, dalam membangun ekosistem peternakan sapi perah rakyat yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Melalui berbagai inisiatif strategis, Nestle Indonesia secara konsisten mendukung peternak sapi perah rakyat untuk meningkatkan produktivitas, menjaga standar higienitas, serta mengadopsi teknologi modern.

Ket. Foto: Kebersihan kandang perlu dijaga untuk memastikan kualitas susu segar tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ternak secara optimal. — Sumber: Nestle

Tak hanya itu, Nestle Indonesia juga mendukung keterlibatan aktif perempuan dan generasi muda dalam usaha peternakan sapi perah rakyat, menjadikannya sebagai pilar penting bagi masa depan industri susu nasional.

Nestle Indonesia telah bermitra dengan para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur sejak 1975. Beragam program pelatihan intensif dan pendampingan teknis bagi para peternak sehingga mereka mampu menerapkan praktik peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practices) dan berkelanjutan.

Fokus utama mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas susu, kesehatan dan kenyamanan ternak, maupun manajemen pakan. Hasilnya saat ini, banyak peternak yang sukses meningkatkan produksi susu harian mereka secara signifikan, dengan kualitas susu yang memenuhi standar.

“Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Corporate Affairs and Sustainability Director PT Nestle Indonesia, Sufintri Rahayu melalui siaran pers pada hari Jumat (6/6).

Nestle Indonesia memperkenalkan berbagai inovasi teknologi seperti sistem pencatatan digital, sensor kesehatan sapi, dan pengolahan limbah kotoran sapi (manure management). Teknologi ini membantu peternak meningkatkan efektivitas dan mengelola usaha mereka secara lebih profesional.

“Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberagaman dan inklusi, Nestle Indonesia aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha sapi perah rakyat. Selain itu, program pelatihan untuk pemuda juga terus dikembangkan guna mencetak generasi peternak sapi masa depan yang kompeten dan inovatif,” ungkapnya.

Komitmen Nestle Indonesia terhadap keberlanjutan tercermin dalam filosofi “Jaga 3S” Susu, Sapi, dan Semesta, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas susu, kesejahteraan hewan, dan kelestarian lingkungan secara bersamaan.

Dalam praktiknya, Nestle Indonesia telah mengembangkan berbagai inisiatif seperti pembangunan unit biogas untuk mengolah limbah kotoran sapi menjadi energi bersih, distribusi bibit legum untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan kesehatan tanah, serta pembangunan kandang dengan sistem closed barn ventilation untuk meningkatkan kenyamanan sapi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Kami percaya bahwa peternakan susu sapi perah yang berkelanjutan bukan hanya tentang hasil produksi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi peternak, lingkungan, dan generasi mendatang,” terang Sufintri.

Ia menegaskan, Nestle Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha mulai dari koperasi dan industri untuk bersama-sama memperkuat ekosistem peternakan susu sapi perah nasional.

“Melalui kolaborasi yang inklusif dan inovatif, Nestle Indonesia dapat menjadi teladan dalam membangun ekosistem peternakan susu sapi perah rakyat yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.