Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Idul Adha 2025: Pentingnya Mengendalikan Konsumsi dan Berbagi Secara Berkelanjutan

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Idul Adha 2025: Pentingnya Mengendalikan Konsumsi dan Berbagi Secara Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Panitia menyiapkan paket daging kurban untuk dibagikan di Sukoharjo Jawa Tengah.

Imam Salehudin, Universitas Indonesia

Ibadah kurban saat Iduladha adalah salah satu pilar penting dalam ajaran Islam di Indonesia yang mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial. Setiap tahun, jutaan umat Muslim menyembelih sapi kurban atau kambing sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian terhadap sesama dengan potensi sumbangsih ke perekonomian nasional mencapai Rp28,2 triliun.

Namun, di balik makna spiritual yang mendalam, praktik kurban sering kali disertai dengan perilaku konsumsi berlebihan—baik dalam bentuk pesta makan, distribusi yang mubazir, hingga penggunaan plastik sekali pakai dalam skala besar.

Di tengah krisis lingkungan dan tekanan ekonomi yang semakin kompleks, Iduladha seharusnya menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran baru: ibadah kurban perlu dijalankan seiring dengan prinsip mindful consumption, atau konsumsi yang sadar, bijak, dan bertanggung jawab.

Godaan makan daging berlebih

Iduladha di Indonesia bukan perayaan spiritual semata, tapi juga momen pemerataan dan keadilan sosial. Sebab, sebagian besar daging sapi atau kambing maupun domba kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam suasana penuh kebersamaan ini, konsumsi makanan sering kali melonjak drastis. Sate, gulai, tongseng, rendang—semuanya hadir dalam jumlah besar, tidak jarang melampaui kebutuhan. Euforia kurban mendorong semangat berbagi dan menjamu, namun juga sering menimbulkan pemborosan.

Pola konsumsi yang berlebih ini bukan tanpa dampak. Dari sisi kesehatan, lonjakan konsumsi daging dalam waktu singkat dapat menimbulkan gangguan pencernaan, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah yang meningkat.

Toh di tengah situasi ekonomi domestik dan global yang sedang tidak kondusif seperti ini, lonjakan konsumsi di periode Iduladha tak memberi sumbangsih besar pada perekonomian nasional. Pada momen Idulfitri pun tren lonjakan konsumsi hanya untuk kalangan kelas menengah semata.

Upaya mengurangi limbah plastik saat Iduladha

Sementara itu, dari perspektif lingkungan, pembagian daging kurban seringkali dilakukan menggunakan kantong plastik sekali pakai. Akibatnya, limbah kantong plastik menjadi meningkat pesat pada hari-hari pembagian daging kurban. Meskipun pemerintah setiap tahun mengeluarkan himbauan, tapi tetap saja sulit mengubah perilaku hasil tradisi yang sudah lama ini.

Upaya mengurangi limbah plastik selama Iduladha menjadi bagian penting dalam mewujudkan konsumsi yang sadar dan bertanggung jawab. Di Indonesia, penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban masih sangat umum, mulai dari kantong plastik hingga wadah pembungkus sekali pakai. Padahal, limbah plastik ini sulit terurai dan berdampak buruk pada lingkungan, terutama jika dibuang sembarangan.

Salah satu alternatif yang sangat cocok dan tradisional adalah penggunaan besek dari daun kelapa, pandan, atau bambu. Besek ini tidak hanya ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami yang mudah terurai, tetapi juga kuat dan cukup praktis untuk membungkus serta membawa daging kurban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.