Operasi Penyelamatan BPR! LPS Mantap Bergerak ke Cirebon dan Surabaya

Selasa, 03 Jun 2025, 16:09 WIB

JAKARTA - BPR berperan penting dalam mendukung perekonomian, terutama untuk UMKM dan masyarakat yang membutuhkan akses ke layanan keuangan. BPR membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan stabilitas nasional. 

Karenanya, penyelamatan BPR juga penting untuk mencegah potensi dampak negatif bagi nasabah dan perekonomian lokal jika BPR mengalami masalah. 

Ket. Foto: LPS optimistis mampu membantu BPR di Cirebon dan Surabaya. — Sumber: Antara

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis LPS bisa membantu penyelamatan dua Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dari kebangkrutan, yang masing-masing berada di Cirebon (Jawa Barat) dan Surabaya (Jawa Timur).

"Ada dua, satu di Jawa Barat, satu di Surabaya, yang kita usahakan untuk ada pemecahannya. Kelihatannya akan selamat yang di Cirebon maupun yang di Surabaya," ujar Purbaya seusai mengisi acara bertajuk "Sumitronomic, Simposium Nasional dan Arah Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Selasa (3/6).

Tidak hanya memberikan penjaminan terhadap dana nasabah, Purbaya memastikan saat ini LPS juga akan membantu mencarikan solusi bagi BPR yang berada di ambang kebangkrutan.

"LPS aktif sekarang bukan hanya kalau bangkrut saja, tapi sebelum bangkrut kita cari jalan keluar. Let's say pemegang saham atau yang punya dan di situ mau konversi, yang menggunakan dia juga, itu sudah kita dukung. Dan sepertinya akan berhasil," ujar Purbaya.

LPS berkomitmen membantu BPR dan BPR Syariah (BPRS) dalam meningkatkan kinerja melalui dukungan terhadap transformasi digital, mengingat BPR/BPRS memiliki posisi yang strategis dalam ekosistem keuangan nasional.

“Kami akan menyediakan sistem informasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pelaporan dan mendorong digitalisasi proses operasional secara keseluruhan,” kata Purbaya.

Lanjutnya, bahwa penyediaan sistem informasi akan segera dimulai pada tahun ini dengan melakukan pilot project terhadap beberapa BPR/BPRS.

"Pentingnya transformasi digital dan pengembangan sistem teknologi informasi (IT) di BPR/BPRS, agar ke depannya bisa memiliki keunggulan dalam bidang usaha yang lebih komparatif yang belum tentu dimiliki oleh pelaku industri lain," ujar Purbaya.

Purbaya mengungkapkan LPS saat ini mempunyai dana cadangan sekitar Rp255 triliun untuk menjamin simpanan nasabah di perbankan.

Ia memproyeksikan alokasi dana cadangan itu masih akan bertambah hingga Rp270 triliun di akhir tahun, seiring sektor finansial saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat ditandai dengan kinerja dana pihak ketiga (DPK) yang kian membaik.

Per Maret 2025, terdapat 15,58 juta rekening nasabah BPR/BPRS yang dijamin penuh oleh LPS. Jumlah tersebut setara dengan 99,98 persen dari total rekening di BPR/BPRS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.