Aneh! Harga Beras Naik Saat Stok Melimpah, Bagaimana Penjelasan Mentan Amran?
Selasa, 03 Jun 2025, 13:45 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan anomali atau keanehan di mana harga beras justru naik pada saat stoknya sedang melimpah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di tingkat grosir dan eceran pada bulan Mei 2025 masing-masing naik di harga Rp13.735 dan Rp14.748 per kg.
âIni harus diinvestigasi. Karena data BPS sudah rilis. Bahwa di pengecer turun. Di penggilingan, penggilingan itu identik, dekat dengan petani, di hulu. Kenapa di pengecer naik?â kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan RI Jakarta, Selasa (3/6).
Lebih lanjut, Amran mengatakan harga rata-rata beras justru turun di tingkat penggilingan. Dengan demikian, seharusnya harga beras di tingkat eceran juga ikut mengalami penurunan.
Selain itu, Mentan juga menyoroti adanya keanehan di data stok beras di gudang beras Cipinang pada bulan Mei 2025.
Berdasarkan data yang ia bagikan kepada awak media, ada setidaknya 11.410 ton beras keluar dari gudang Cipinang pada 28 Mei 2025.
âTahu nggak kalau 11 ribu itu dibagi 10 itu berapa? 1.000. Berarti 1.000 truk yang keluar (dengan beras) dalam satu hari, ini tiba-tiba, mendadak, tidak pernah terjadi selama lima tahun,â kata Amran.
Untuk itu, Amran mengatakan pihaknya bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan adanya pihak yang âbermainâ di tingkat distribusi, atau disebut dengan istilah âmiddle manâ oleh Mentan.
âMiddle manâ ini, lanjut dia, dinilai sebagai pihak yang membuat rantai pasok beras semakin panjang, dan pada akhirnya membuat harga beras malah menjadi mahal.
âIni tidak benar. Artinya apa? Ada 'middle man'Â yang mempermainkan. Inilah terkadang kita sebut mafia,â tegas Amran.
âJangan mempermainkan ini. Kita setengah mati berproduksi (beras), setengah mati membantu petani,â imbuhnya.
Sementara itu, Amran menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini dikelola oleh Perum Bulog mencapai 4 juta ton lebih, angka tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam waktu 57 tahun terakhir.
Mentan Amran pun yakin target swasembada beras yang semula ditargetkan terwujud pada tahun keempat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dapat tercapai lebih cepat yaitu pada tahun ketiga.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Polisi Akan Tindak Perusak Fasilitas Umum Terkait "Koin Jagat"
-
Harga Beras di Jepang Naik Dua Kali Lipat, Tekanan Bagi PM Ishiba Setelah Tarif AS
-
Tekan Gejolak Harga, Pemerintah Salurkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP ke Seluruh Indonesia
-
DPR Makzulkan Wapres Sara Duterte
-
Trump Tandatangani Perintah Larangan Atlet Transgender Berpartisipasi di Olahraga Wanita
-
NBA Serius Selidiki Lonjakan Cedera Achilles
-
Produksi Surplus Tapi Harga Naik, Titiek Soeharto Minta Bulog dan Bapanas Intervensi Harga Beras di Sulsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.