Surplus Perdagangan Indonesia Merosot Tajam pada April, Terkecil Sejak 2020
Senin, 02 Jun 2025, 14:45 WIBJAKARTA - Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $160 juta pada April 2025, angka terendah sejak April 2020, menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (30/5). Penurunan tajam ini dipicu oleh lonjakan impor yang signifikan, terutama untuk barang modal.
Surplus ini turun drastis dibandingkan dengan $4,33 miliar pada bulan Maret, mencerminkan tekanan pada neraca perdagangan akibat kebutuhan impor yang meningkat di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.
BPS mencatat impor naik 21,84 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi $20,59 miliar, jauh melampaui perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan hanya sebesar 7,75 persen. Kenaikan terbesar terjadi pada kategori barang modal, mengindikasikan peningkatan aktivitas investasi dan industri di dalam negeri.
Sementara itu, ekspor Indonesia pada April tumbuh 5,76 persen YoY menjadi $20,74 miliar, selaras dengan perkiraan median para analis. Kinerja ekspor tetap positif, namun tidak cukup kuat untuk menahan dampak lonjakan impor terhadap surplus perdagangan.
BPS dijadwalkan akan merilis data inflasi Mei dan indikator ekonomi lainnya pada hari Senin mendatang, yang akan menjadi sorotan pasar untuk menilai arah kebijakan ekonomi dan moneter ke depan.
Surplus yang menyempit ini bisa menjadi sinyal pergeseran dalam struktur ekonomi Indonesia, dengan meningkatnya ketergantungan pada impor barang modal yang biasanya terkait dengan pertumbuhan jangka panjang, namun sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap tekanan eksternal dalam jangka pendek.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Buntut Kasus Dokter Magang, Kemenkes Perbaiki Tata Kelola Magang Kedokteran
-
Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala, BKKP Jalin Kerjasama dengan UPP Indramayu
-
Rizwan Fadilah dan RnBoyz Kolaborasi dengan Mahalini untuk Lagu “Seketika”
-
Baru Setahun Beroperasi, Bus Transjakarta Rute PIK2-Blok M Sudah Melayani 1,4 Juta Penumpang
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
BINUS University Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.