Stok 4 Juta Ton Beras: Ketahanan yang Tak Lagi Sekadar Wacana
Jumat, 30 Mei 2025, 15:54 WIBJAKARTA - Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berfungsi sebagai penyangga saat krisis, alat stabilisasi harga, dan jaminan suplai saat musim paceklik atau perayaan besar.Â
Dengan CBP yang kuat, pemerintah dapat memastikan ketersediaan beras secara merata di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat bertindak cepat saat dibutuhkan, misalnya saat terjadi bencana atau krisis pangan.Â
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan tercapainya cadangan beras pemerintah (CBP) 4 juta ton merupakan simbol kuat peningkatan kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.
Amran menegaskan bahwa pencapaian 4 juta ton bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kuat dari meningkatnya kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.
"Semua pihak telah bekerja bahu-membahu hingga Indonesia mencapai cadangan beras terbesar dalam sejarah,â ujarnya di Jakarta, Jumat (30/5).
Capaian spektakuler ini tak lepas dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mendorong berbagai terobosan strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk memperkuat produksi dan memudahkan petani dalam berusaha tani.
Pemerintah mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola pangan nasional. Untuk pertama kalinya sejak Perum Bulog berdiri pada 1969, stok CBP menembus angka fantastis 4 juta ton.
Berdasarkan laporan real-time per Kamis, 29 Mei 2025 pukul 21.41 WIB, serapan setara beras oleh Bulog telah mencapai 2.407.257 ton, dan total stok beras nasional resmi tercatat sebesar 4.001.059 ton.
Angka ini menjadi simbol konkret keberhasilan kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mensejahterakan petani Indonesia.
Amran menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian ini.
âSaya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petani Indonesia, Komisi IV DPR RI, TNI, Polri, Kejaksaan,, Gubernur, Bupati, Kepala Dinas Pertanian, PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) atau PIHC, Perum Bulog, para pengamat, akademisi, pelaku usaha penggilingan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan para media," katanya.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan kebijakan strategis yang tepat sasaran, pemerintah optimistis bahwa ketahanan pangan Indonesia bukan lagi impian, tetapi realitas yang terus dibangun dan dijaga.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Dijual di Bawah HET dan Mudah Diakses Masyarakat
-
Alex Marquez Alami Retak Tulang Leher akibat Insiden di GP Catalunya
-
BMKG Deteksi Potensi Hujan Merata di Sulawesi Tenggara Sepanjang Hari
-
Tinjau Gudang di Jayapura, Dirut Bulog Jamin Kualitas Beras Aman dan Stok Terjaga di Indonesia Timur
-
Harkitnas Harus Jadi Momentum Reflektif Bangsa
-
Dominasi Wembanyama Hidupkan Harapan Spurs Lolos ke Final NBA
-
Kasus Eksploitasi Seksual oleh WNA Selandia Baru Sudah Naik Penyidikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.