- Home
-
- Luar Negeri
-
- Peringatan Keras: Indonesi...
Peringatan Keras: Indonesia Peringkat ke-6 Penyumbang Teratas Emisi Global
Kamis, 29 Mei 2025, 19:38 WIBWASHINGTON - Ada pola mengapa negara-negara berpenghasilan menengah mengalami pertumbuhan emisi.
Dikutip dari Voronoi, mereka memprioritaskan pembangunan ekonomi dan memiliki populasi yang lebih besar, sehingga mendorong peningkatan konsumsi energi secara keseluruhan.
Sebagian besar industri yang menghasilkan emisi tinggi telah berpindah dari negara berpendapatan tinggi ke negara berpendapatan menengah dan rendah.
Dengan demikian, negara-negara berpendapatan tinggi mampu mempertahankan tingkat konsumsi mereka sementara emisi dari produksi barang yang mereka konsumsi diperhitungkan di tempat lain.
Tiongkok menyumbang 26 persen daru seluruh emisi global, sementara AS bertanggung jawab atas 11,5 persen lainnya. Â Ini setara dengan 12,7 miliar ton karbon dioksida untuk Tiongkok dan 5,6 miliar tCO2e untuk AS pada tahun 2022.
Sebagian besar dari 10 penghasil emisi teratas juga merupakan negara-negara berpenduduk terbanyak di dunia , kecuali Iran, Arab Saudi, dan Kanada.
Berikut kumpulan data negara-negara penghasil emisi yang dilaporkan oleh Voronoi berdasarkan Porsi Emisi Total dan Emisi Karbon (dalam juta tCO2e, 2022)
1. Tiongkok 26,16 persen, 12.716 orang
2. Amerika Serikat 11,53 persen, 5.604 orang
3.India   7,69 persen, 3.737 orang
4. Russia 3,75 persen dari   1.821 tahun
5. Brasil   3,16 persen, 1.538 orang
6. Indonesia   3,15 persen dari 1.530 tahun
7. Jepang 2,15 persen dari   1.044 tahun
8. Iran 2,06 persen dari 1.004 tahun
9. Arab Saudi 1,60 persen, 775
10. Kanada 1,54 persen, Â 750
11. Republik Demokratik Kongo 1,44 persen, Â 700
12. Jerman 1,43 persen, 696
13. Meksiko 1,31 persen, Â 637
14. Korea Selatan 1,29 persen, 627
15.  Australia  1,18 persen, 574
16. Â Â Afrika Selatan, 1,09 persen, 530
17. Â Â Pakistan, 1,04 persen, 505
18. Â Â Turki 1,02 persen, 497
19.   Thailand   0,96 persen,  466
20. Â Vietnam 0,93 persen, 454
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Percepatan Transisi Rendah Karbon pada Sektor Bangunan di Indonesia Melalui Pedoman Pengadaan Hijau
-
Mapala Banten Kritik Darurat Sampah lewat Bendera di TPA Bangkonol
-
Langkah Strategis! Bank Mandiri Siapkan Buyback Rp1,17 Triliun dengan Kalkulasi Matang
-
Kejar Target NZE 2060, PGN Kebut Penurunan Emisi Karbon
-
Islandia Bidik Jadi Anggota UE, Referendum Digelar Agustus 2026
-
Transaksi Digital Hasilkan 0,14 Gram Emisi
-
Kebiasaan Buruk PLN Biarkan Listrik Mati Mendadak Banyak Mencelakakan Orang. Banyak Terjebak di Lift
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.