19 Tahun Gempa Bantul: Luka yang Masih Membekas, Mitigasi yang Terus Dikuatkan

Kamis, 29 Mei 2025, 06:15 WIB

Selalu lalu, genap 19 tahun peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang Kabupaten Bantul dan sekitarnya pada 27 Mei 2006. Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter itu hanya berlangsung kurang dari satu menit, namun dampaknya menghancurkan. Ribuan korban jiwa, puluhan ribu orang mengungsi, dan trauma mendalam masih dirasakan sebagian penyintas hingga kini.

Dalam rangka mengenang tragedi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar doa bersama dan refleksi di Pendopo Manggala Parasamya, Senin (26/5). Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Bantul

“Gempa 27 Mei masih menyisakan luka bagi banyak warga. Tapi sekaligus menjadi pelajaran penting untuk memperkuat penanggulangan bencana, khususnya gempa bumi,” ujar Agus.

Kabupaten Bantul memang memiliki tingkat risiko gempa bumi yang tinggi, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2025 tentang Kajian Risiko Bencana Daerah. Berdasarkan data tersebut, Pemkab Bantul terus mendorong penguatan sistem mitigasi bencana secara menyeluruh.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, khususnya para relawan, menjadi pilar utama kesiapsiagaan. “Relawan di Bantul jumlahnya besar dan tersebar di banyak titik. Kita perlu konsolidasi mereka sebagai garda depan dalam penanggulangan bencana,” kata Halim.

Menurut Halim, konsolidasi relawan bertujuan agar ketika bencana terjadi, respons dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. “Dengan kesiapan itu, kita berharap bisa meminimalkan kerugian baik materiil maupun korban jiwa. Mari wujudkan Bantul yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan bagi relawan, Pemkab Bantul juga menyerahkan 504 kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada relawan kemanusiaan yang hadir.

Refleksi 19 tahun gempa Bantul menjadi momen bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya siaga dan sistem tangguh dalam menghadapi ancaman geologi yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.