Menaker Minta Pelatihan Fokus pada Kebutuhan 'Skillset' Masa Depan

Rabu, 28 Mei 2025, 16:45 WIB

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pelatihan tenaga kerja harus berfokus padasejumlah kemampuan atau skill????set yang dibutuhkan di masa depan.

"Pelatihan itu harus fokus pada skillset masa depan. Yang kedua, pelatihan itu juga harus terintegrasi, ada soft skill-nya dan ada wirausahanya. Dan yang ketiga, dia harus mengatasi mismatch antara institusi pendidikan dengan industri," kata Menteri Yassierli di sela-sela acara "Paradaya Movement 2.0" di Jakarta, Rabu (28/5).

Ket. Foto: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan pidato dalam acara "Paradaya Movement 2.0" di Jakarta, Rabu (28/5/2025). — Sumber: ANTARA

Selain itu, juga diperlukan pelatihan kemampuan dasar yang nantinya bisa dikembangkan sendiri oleh tenaga kerja.

Menurut Yassierli, kemampuan yang harus dimiliki pekerja saat ini adalah penguasaan teknologi maupun teknologi informasi.

"Tantangan masa depan yang kita hadapi itu tidak mudah. Beberapa riset mengatakan 50 persen skillset yang ada saat ini, itu dalam 10 tahun ke depan menjadi tidak rentan. Skillset-nya itu adalah terkait IT, teknologi," katanya.

Sementara 85 persen tenaga kerja Indonesia memiliki latar belakang pendidikan maksimum SMA atau SMK.Menurut dia, tingkat produktivitas tenaga kerja saat ini masih di bawah rata-rata negara Asia.

"Tingkat produktivitas kita saat ini 10 persen di bawah rata-rata negara Asia. Ini gambaran terkait produktivitas, jadi jangan kita berpuas diri," katanya.

Ia menjelaskan, apa yang sudah dicapai saat ini adalah hasil dari yang lalu atau disebut sebagai lagging indicators.

"Lagging indicators itu adalah apa yang sudah kita siapkan untuk ke depan,dan itu biasanya belum bisa terukur dan sulit untuk kita lakukan," kata Yassierli.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.