AS tuduh Russia dan Tiongkok Lindungi Iran di DK PBB

Jumat, 13 Mar 2026, 10:25 WIB

HAMILTON - Utusan AS untuk PBB, Mike Walts, pada Kamis (12/3) menuduh Russia dan Tiongkok menghalangi badan PBB yang bertugas mengawasi sanksi terhadap Iran untuk melindungi Teheran dari pengawasan internasional.

Menuntut diakhirinya "sikap pura-pura khawatir yang konon ada dalam proses tersebut," Waltz mengatakan kepada Dewan Keamanan selama pertemuan wajib Komite Sanksi 1737 bahwa 'kenyataannya adalah Russia dan Tiongkok tidak menginginkan komite ini karena akan terus melindungi mitra mereka, Iran."

Ket. Foto: Utusan AS untuk PBB, Mike Walts. — Sumber: Commentary.org

Dibentuk pada Desember 2006, komite tersebut diwajibkan untuk melaporkan kegiatannya kepada Dewan setiap 90 hari.

Sesi tersebut dibuka dengan utusan Russia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mendesak pemungutan suara prosedural untuk menolak pertemuan tersebut.

Nebenzia berpendapat bahwa E3, atau Inggris, Prancis, dan Jerman, tidak berhak untuk mengaktifkan mekanisme "snapback" dan mengkritik AS karena menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018.

Utusan Tiongkok, Fu Cong, menyatakan dukungan untuk mosi prosedural tersebut, menyebut pengaktifan mekanisme snapback oleh E3 sebagai tindakan yang cacat secara prosedural dan hukum.

Pada 28 Agustus 2025, E3 mengumumkan pengaktifan mekanisme "snapback" untuk memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran, menuduh Teheran tidak mematuhi kesepakatan nuklir 2015, setelah penarikan sepihak AS dari kesepakatan tersebut pada 2018.

Israel, AS, dan beberapa negara Eropa menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya murni damai, ditujukan untuk pembangkit listrik dan penggunaan sipil.

Waltz menolak tuduhan tersebut, mengatakan bahwa langkah "penghalangan" itu "didasarkan pada penafsiran ulang peristiwa yang tidak jujur dan tidak berdasar," dan Russia dan Tiongkok telah mempertahankan hubungan perdagangan militer dengan Iran yang melanggar resolusi PBB.

"Mengingat hal itu, Amerika Serikat akan terus berupaya untuk memastikan Iran tidak lagi dapat menyandera dunia dengan program rudal, drone, dan tentu saja bukan program nuklirnya," kata Waltz kepada Dewan.

Nebenzia menuduh AS, yang saat ini menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan, melakukan "pelanggaran hukum."

"Federasi Russia tidak melihat alasan untuk mengaktifkan kembali komite Dewan Keamanan 1737," katanya.

"Kami sangat menyesalkan bahwa delegasi Barat bersikeras untuk mencoba melegalkan klaim mereka," katanya.

Dia mengemukakan bahwa Russia dan Tiongkok "telah melakukan segala upaya" untuk menghindari situasi hukum dan prosedural yang kompleks selama masa perselisihan yang intens tentang mekanisme "pengaktifan kembali" (snapback).

Nebenzia berpendapat bahwa AS "tidak memiliki dasar hukum untuk mengangkat isu pengaktifan kembali resolusi anti-Iran Dewan Keamanan dan pemulihan komite 1737."

Utusan China Fu Cong mengatakan dia tidak akan berkomentar tentang komite 1737.

"Amerika Serikat dan Israel harus segera menghentikan operasi militer mereka, menahan diri dari menyerang fasilitas nuklir Iran di bawah pengawasan IAEA (Badan Energi Atom Internasional), menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut dan mencegah konflik menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah," katanya.

Dengan menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk "membantu para pihak membangun kepercayaan, jembatani perbedaan," Fu mendesak pula agar "negara tertentu" untuk "berhenti memanipulasi Dewan untuk tujuan politik."

  • Perang AS-Israel dengan Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

Libur Sekolah Jangan Dipenuhi Les, Anak Butuh Waktu untuk Bereksplorasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.