UI Dukung Kuliah Gratis Presiden dan hadirkan Pendidikan Inklusif
Selasa, 27 Mei 2025, 20:03 WIBJAKARTA-Presiden Prabowo Subianto di awal kepemimpinannya berkomitmen untuk menata kembali sistem pendidikan nasional mulai dari pembenahan infrastuktur dasar pendidikan, Beasiswa bagi anak petani, nelayan, guru, dan buruh untuk melanjutkan studi S1 hingga S3.
Hal lainnya Presiden akan meningkatkan daya tampung perguruan tinggi untuk perluasan akses pendidikan tinggi Pengembangan kualitas guru, fasilitas pendidikan, Penyediaan dana abadi pendidikan, hingga kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri. Semuanya ini diharapkan dapat menjadi penopang Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam kepemimpinan nasional yang diemban.
Universitas Indonesia (UI) sebagai satu-satunya Universitas yang menyandang nama bangsa (Indonesia) juga tengah mendorong akses Pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.Â
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah menyatakan, dalam rencana 5 tahun ke depan, UI berkomitmen mendorong perluasan akses Pendidikan, memperkokoh kualitas Pendidikan dan memberi bantuan beasiswa bagi masyarakat berpenghasilan rendah, menggratiskan kuliah bagi putera puteri tenaga Pendidikan dan dosen yang lulus dalam seleksi Ujian Tertulis Berbasis Komuter (UTBK).Â
"Kami juga menjamin kepada masyarakat yang putera-puterinya lulus seleksi masuk program sarjana di UI melalui UTBK namun dengan kehidupan ekonomi yang terbatas akan mendapatkan UKT berkeadilan dimana UKT terendah senilai 500 ribu rupiah per semester (kurang dari 100 ribu rupiah per bulan) utk seluruh program termasuk Fakultas Kedokteran UI. Apabila ada yg lolos masuk UI dan tidam mampu membayar UKT terendah tsb maka akan kita jadikan anak angkat,"ungkap Prof Heri, Selasa (27/5).
Di lingkungan internal UI terang dia, pihaknya telah menggagas kuliah gratis bagi putera-puteri tenaga kependidikan dan dosen yang lulus seleksi melalui UTBK. Program Kuliah gratis ini juga sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor Pendidikan dan pembangunan SDM. "Program kuliah gratis ini akan kami perluas di kemudian hari dengan mendorong program dana abadi UI yang sedang kami galakkan," tandas Prof Heri.Â
"Program dana abadi UI akan kami perkuat dan dorong sebagai pintu masuk untuk memperluas program kuliah gratis dan perluasan akses Pendidikan bagi seluruh lapisan masayrakat,"tambahnya lagi
Pada tanggal 8 mei 2025, UI mengundang Pemerintah Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) untuk membahas skema-skema yang memungkinkan agar putera-puteri masayrakat 3T dapan mengakses Pendidikan di UI dengan baik. Pada kesempatan tersebut,kami bersama Pemerintah Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) siap membentuk konsorsium guna membuka akses pendidikan seluasnya bagi putra-putri terbaik bangsa.Â
UI tegasnya berkomitmen dan concern memikirkan berbagai alternatif guna mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat daerah 3T, terutama dalam hal pemerataan akses pendidikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ekonomi daerah.
Prof Heri menambahkan, saat ini UI menyediakan jalur masuk bagi putra-putri dari daerah 3T. Berdasarkan prestasi untuk program Sarjana dan Vokasi, jalur masuk meliputi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), dan Seleksi Jalur Prestasi (SJP). UI juga menyediakan program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari pemerintah dengan skema ADik Wilayah Papua dan ADik Daerah Khusus/3T.Â
Selain itu, jalur SIMAK Pascasarjana tersedia untuk program Magister, Profesi, Spesialis, dan Doktor. Tahun ini, ada 48 calon mahasiswa baru dari daerah 3T yang diterima di UI melalui jalur SNBP dan tersebar di 35 program studi. Sebanyak 9 calon di antaranya adalah penerima KIP Kuliah. "UI juga membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan kelas dunia melalui Program Kelas Khusus Internasional yang memberi peluang mobilitas dan pengembangan kepemimpinan internasional,"ungkap Prof Heri.
UI juga telah bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi untuk mendukung program-program pembanguan SDM yang dicanangkan oleh Kementeroian Transmigrasi khususnya dalam memberi akses Pendidikan di wilayah-wilayah transmigrasi. Prgram Transmigrasi Patriot yang disandingkan dengan Beasiswa Patriot dari Kementerian Transmigrasi diharapkan dapat menjadi salah satu kanal bagi UI dalam perluasan akses Pendidikan dalam mewujudkan Pendidikan yang inklusif.
Bagi kami di UI ujarnya, dalam periode 2024-2029, kehadiran UI harus dapat memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyrakat, bangsa dan negara. Komitmen mewujudkan UI yang Unggul Impactful untuk Indonesia sebagai pemantik bagi seluuruh program kerja UI dalam lima tahun ke depan.Â
"Kami ingin UI tidak hanya berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan, sains dan teknologi secara global, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat, menjadi advisory agent yang professional bagi penyelenggaraan negara khususnya dalam memperkuat program-program pembangunan manusia yang telah digagas Presiden Prabowo," pungkas Prof. HeriÂ
- Universitas Indonesia (UI)
- Presiden Prabowo Subianto
- Pendidikan Gratis
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dua Gempa Beruntun Goyang Sumbar dan Sumut, BMKG: Tidak Picu Tsunami
-
Capai 3.100 Kasus, Malaysia Dilanda Wabah TBC - Masyarakat Diminta Pakai Masker
-
Jam Operasional Padel Segera Diatur Gubernur Pramono agar Tak Ganggu Masyarakat
-
BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti
-
Presiden Prabowo dan Ratu Maxima Bertukar Cendera Mata, Jadi Simbol Persahabatan Indonesia-Belanda
-
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi
-
Proliga 2026: Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.