PLN dan Lemhannas Selaraskan Kebijakan untuk Ketahanan Energi Nasional
Selasa, 27 Mei 2025, 16:32 WIBJAKARTA - PT PLN (Persero) bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) membangun kolaborasi dalam rangka menyelaraskan kebijakan energi dengan arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"PLN siap bekerja sama dengan Lemhannas RI untuk memperkuat basis data dan analisis strategis, guna mendukung perumusan kebijakan Presiden dalam sektor energi yang semakin kompleks dan dinamis," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Selasa (27/5).
Darmawan menyampaikan bahwa sinergi strategis dengan Lemhannas RI merupakan wujud komitmen perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, yang menjadi elemen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa.
Ia pun menegaskan kesiapan PLN untuk berkontribusi aktif dalam memperkaya kajian Lemhannas melalui dukungan data kelistrikan yang komprehensif.
Ia juga mengusulkan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN dan Lemhannas RI sebagai langkah konkret untuk memperluas cakupan kerja sama. MoU ini diharapkan tidak hanya mencakup aspek data dan kajian, tetapi juga program penguatan wawasan kebangsaan bagi insan PLN.
"MoU antara PLN dan Lemhannas akan menjadi landasan penting untuk memperkuat sinergi, memastikan kelancaran kolaborasi, dan memaksimalkan manfaat bagi percepatan transisi serta ketahanan energi nasional,â kata Darmawan.
Di sisi lain, Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily menyambut positif sinergi yang terbangun antara Lemhannas RI dan PLN. Ia menilai kolaborasi ini sangat penting untuk menghasilkan kajian yang komprehensif dan relevan dalam mendukung perumusan kebijakan strategis nasional khususnya di sektor energi.
"Ini sebuah kehormatan bagi Lemhannas untuk bisa bersilaturahmi dengan Pak Dirut PLN dan seluruh jajaran," ujar Ace.
Ace menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya terkait pemetaan dan ketersediaan listrik sebagai penopang percepatan pembangunan industri.
Menurut Ace, visi ketahanan energi, terutama pengembangan energi baru dan terbarukan, membutuhkan banyak diskusi dan analisis yang mendalam. Hal ini sejalan dengan tugas Lemhannas dalam membaca dan menginterpretasikan realitas geopolitik global.
"Tentu Lemhannas sekarang ini salah satu kajiannya tentang ketahanan energi. Kami sekarang terus meng-update terkait pemetaan energi terutama ketersediaan listrik supaya bisa terlaksana percepatan industri dan lain-lain," kata Ace.
Berita Terkait:
-
Trump Resmi Batasi Masa Tinggal Mahasiswa dan Jurnalis Asing di AS, Berlaku Mulai September
-
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit
-
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit & Pasokan Energi Primer
-
PBNU Didorong Perkuat Politik Kebangsaan
-
Kabar Baik! Mentan Amran Gandeng Unesa Hadirkan Benih Kedelai Unggul Berhasil Tinggi.
-
Rekomendasi Memilih Genset Murah untuk Kebutuhan Rumah Tangga saat Listrik Padam
-
Keiko Fujimori Diprediksi Menangkan Pilpres Peru Putaran Kedua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.