Jagung Jalan Terus! Bapanas Lancarkan Distribusi NTB ke Jatim

Selasa, 27 Mei 2025, 22:47 WIB

JAKARTA - Dengan adanya penyerapan yang cukup, harga jagung di tingkat petani dan konsumen dapat lebih stabil, sehingga mengurangi risiko fluktuasi harga yang merugikan. 

Penyerapan yang optimal menjamin pasokan jagung yang cukup bagi peternak, sehingga membantu menjaga stabilitas harga pakan ternak dan produksi unggas. 

Ket. Foto: Anggota TNI Kodim 1620 Lombok Tengah, Provinsi NTB saat melaksanakan panen jagung di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Kodim 1620 Lombok Tengah

Ketersediaan jagung yang cukup juga mendukung industri pengolahan jagung, seperti produsen pakan ternak, industri makanan, dan industri biofuel. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memfasilitasi mobilitas jagung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk ke wilayah Jawa Timur guna mengoptimalkan penyerapan panen petani jagung serta menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat peternak.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya menjembatani petani jagung yang tengah panen raya dengan peternak unggas yang memerlukan pasokan jagung pakan sehingga kepentingan kedua belah pihak dapat dipertemukan.

"Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mobilisasi jagung petani asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ke Koperasi/Asosiasi Peternak Layer Kabupaten Blitar, Jawa Timur," kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/5).

Dia menyampaikan hal itu dilakukan secara business to business (B2B). Langkah tersebut juga demi mengantisipasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak dan kendala keterbatasan moda transportasi di NTB.

Ia menuturkan mobilisasi tahap pertama telah berhasil tiba dan diterima di Pelabuhan Kalimas, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (24/5). Mobilisasi tahap pertama itu menggunakan moda kapal tongkang berkapasitas 225 ton dengan keberangkatan dari Pelabuhan Bima, NTB pada Minggu (18/5).

Kemudian, lanjut Arief, mobilisasi tahap kedua dengan pemberangkatan stok jagung 225 ton dari Pelabuhan Bima pada (24/5).

Bapanas terus dorong kerja sama antardaerah untuk memperlancar distribusi jagung dari sentra produksi ke sentra peternak. Penyerapan langsung dari petani saat panen raya penting untuk menjaga harga di tingkat petani tetap menguntungkan dan pasokan ke peternak unggas tetap terjamin.

"Aksi kolaborasi Badan Pangan Nasional yang mampu menjembatani petani jagung dan peternak unggas seperti ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu dan akan terus digencarkan," tuturnya.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menjelaskan pihaknya ingin memperluas mobilisasi stok jagung NTB hingga Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung.

"Secara biaya mobilisasi menggunakan kapal tongkang lebih ekonomis dibandingkan kendaraan darat. Kita hitung biayanya dengan kapal tongkang sekitar Rp650 per kilogram, sementara kendaraan darat Rp800 sampai Rp900 per kilogram. Kapasitas kapal tongkang pun lebih besar. Ini win-win solution bagi peternak unggas kita juga," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen di NTB pada semester pertama tahun 2025 diestimasikan mampu meningkat sekitar 8 persen dari 712 ribu ton pada Januari-Juni 2024 menjadi 769 ribu ton.

Sementara sepanjang 2024, NTB termasuk daerah sentra produksi jagung tertinggi keempat secara nasional dengan torehan 1,2 juta ton dan berkontribusi 7,99 persen terhadap total produksi jagung nasional di 2024 yang mencapai 15,1 juta ton.

Kedepan, lanjut Maino, Bapanas terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan distribusi jagung berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasar. Terlebih, akselerasi produksi jagung dalam negeri turut menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.