BPBD Garut asesmen daerah yang terdampak tanah bergerak di Pasirwangi
Selasa, 27 Mei 2025, 15:50 WIBGarut --Â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Jawa Barat melakukan asesmen daerah yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Sirnajaya Kecamatan Pasirwangi, untuk mengetahui tingkatan dampak dan potensi bahaya bagi masyarakat.
"Khusus di Pasirwangi kita akan lakukan asesmen dan kajian terhadap kondisi pergerakan tanah yang terjadi, koordinasi dengan PVMBG," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, hujan dengan intensitas tinggi telah menyebabkan beberapa daerah dilanda bencana alam tanah longsor, termasuk di Kecamatan Pasirwangi terjadi tanah bergerak sekitar bangunan SDN Sirnajaya, dan permukiman warga di Kampung Ragamukti Desa Sirnajaya pada Senin (26/5).
Adanya kejadian tanah bergerak itu, kata dia, jajaran BPBD Garut langsung meninjau lokasi untuk mendata tingkat kerusakan dan persiapan antisipasi dan penanganan dampak terhadap masyarakat.
"Sebagai langkah awal kita lakukan asesmen, kedua inventarisasi warga terdampak dan terancam," katanya.
Ia menyampaikan, BPBD Garut akan melakukan kaji cepat terkait bencana tanah bergerak di lokasi tesebut, untuk selanjutnya dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral di tingkat kabupaten untuk menentukan kebijakan mengatasi daerah yang terdampak bencana.
Asesmen dan rapat koordinasi itu, katanya, nanti akan menentukan kebijakan apakah perlu dilakukan evakuasi dan relokasi warga maupun kegiatan sekolah ke tempat yang aman.
"Langkah yang akan kami lakukan mengevakuasi dan relokasi ke tempat aman, dibuat hunian sementara, dan sekolah sementara," katanya.
Kepala Polsek Pasirwangi Iptu Wahyono Aji menambahkan, jajarannya sudah terjun ke lokasi daerah yang dilanda tanah bergerak untuk memastikan masyarakat dan aktivitas sekolah dalam kondisi aman.
Ia menyampaikan, pihaknya saat ini sudah menutup akses ke lokasi retakan tanah untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan masyarakat, dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya saat musim hujan.
"Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, meski begitu kami tetap mengimbau warga tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah lanjutan," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Persib Makin Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Persita 1-0
-
Garut Perlu Dua Pelabuhan untuk Maksimalkan Sektor Perikanan
-
Pemprov Banten Rancang Kebijakan, ASN Penunggak Pajak Kendaraan Terancam Sanksi Potong Tukin
-
BMKG Rilis Prakiraan Hujan Wilayah Jabodetabek 18-19 Januari 2026
-
Memahami Sejarah Garut Menjadi Kunci dalam Memajukan Daerah
-
Pengunjung Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Dikunjungi 408.755 Wisatawan pada Momen Libur Nataru
-
Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.