Air Mata Perpisahan Nadal di Roland Garros

Selasa, 27 Mei 2025, 06:52 WIB

PARIS – Tangis Rafael Nadal pecah di Court Philippe Chatrier saat Roland Garros memberi penghormatan terakhir kepada sang raja tanah liat, Senin (26/5) dini hari WIB. Aryna Sabalenka mengawali langkah di Prancis Open 2025 dengan kemenangan telak.

Dalam upacara penuh nostalgia, Nadal dikelilingi oleh tiga rival abadinya: Roger Federer, Novak Djokovic, dan Andy Murray. Ketiganya hadir langsung memberi penghormatan kepada pria yang mengukir sejarah dengan 14 gelar Roland Garros, sebuah rekor Grand Slam tunggal yang nyaris mustahil disamai.

Ket. Foto: Mantan pemain Spanyol Rafael Nadal melambaikan tangan kepada penonton selama upacara penghormatan atas kariernya selama turnamen tenis Prancis Terbuka di Lapangan Philippe-Chatrier di Kompleks Roland-Garros, Paris (25/5). — Sumber: AFP/Dimitar DILKOFF

“Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Sudah 20 tahun saya bermain di lapangan ini. Saya menangis, menderita, menang, dan juga kalah. Semua saya jalani di sini,” ujar Nadal dengan suara bergetar. Dalam tayangan video, pencapaian demi pencapaian sang maestro diputar di hadapan ribuan penonton.

Nadal pensiun secara resmi setelah final Davis Cup 2024 di Malaga. Sayangnya, dia tak sempat mengucapkan salam perpisahan di Paris kala itu. Roland Garros kini menjadi panggung emosional terakhir baginya. Sebagai penghargaan abadi, sebuah trofi khusus dengan cetakan jejak kakinya di tanah liat diserahkan. Ini sebuah simbol keabadian di Philippe Chatrier.

“Hubungan saya dengan Federer, Djokovic, dan Murray luar biasa. Kami bertarung demi gelar, tapi tetap saling menghormati. Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam karir saya,” ucap Nadal.

Usai era Nadal, tongkat estafet kini berada di tangan Carlos Alcaraz. Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner juga tampil untuk pertama kalinya sejak menjalani larangan tiga bulan akibat kasus doping, menghadapi Arthur Rinderknech.

Di sektor putra, Lorenzo Musetti tampil impresif dengan kemenangan telak 7-5, 6-2, 6-0 atas Yannick Hanfmann. Petenis Italia itu menyapu 11 gim terakhir dan mempertahankan rekor cemerlangnya di musim lapangan tanah liat. “Bulan ini luar biasa. Tapi saya yakin, yang terbaik belum datang,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Aryna Sabalenka tampil dominan dengan mengalahkan Kamilla Rakhimova 6-1, 6-0 hanya dalam satu jam. Sabalenka belum pernah mencapai final di Paris, namun menyimpan ambisi besar seiring menurunnya performa juara bertahan tiga kali, Iga Swiatek.

“Saya sangat senang dengan level permainan. Rasanya saya bisa melakukan hal hebat di sini,” ujar Sabalenka. Jasmine Paolini selamat dari tekanan usai mengalahkan Yuan Yue 6-1, 4-6, 6-3.

Paolini, runner-up Wimbledon tahun lalu, bangkit dari ketertinggalan dan menyapu empat gim terakhir.

Zheng Qinwen, peraih emas Olimpiade 2024 di Roland Garros, juga melaju dengan kemenangan solid atas finalis 2021 Anastasia Pavlyuchenkova 6-4, 6-3. “Saya bawa semangat medali emas ke turnamen ini,” tegas Zheng, unggulan kedelapan.

Di laga lain, Elina Svitolina menghajar Zeynep Sonmez 6-1, 6-1 dalam pertandingan yang sempat terganggu hujan sebelum cuaca kembali bersahabat di Paris. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.