Ketahuilah! Sistem Pencernaan yang Baik Adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Senin, 26 Mei 2025, 19:21 WIBJAKARTA - Kepala bidang edukasi dan pelatihan nutrisi Asia Pacific dari Herbalife Dr Vipada Sae-Lao mengatakan kesehatan usus layak disebut sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi tubuh.
Ia menyebut usus sebagai âgerbang utamaâ yang menentukan seberapa baik tubuh menyerap nutrisi, menjaga daya tahan, dan bahkan memengaruhi suasana hati.
"Usus bukan hanya tempat makanan dicerna, tetapi juga tempat sistem imun dibangun, hormon diproduksi, dan interaksi dengan otak terjadi. Jika kita abaikan, dampaknya bisa muncul dalam bentuk kelelahan kronis, inflamasi, hingga gangguan metabolisme,â ujar Dr Sae-Lao dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5).
Data menunjukkan bahwa sekitar 70-80 persen sel kekebalan tubuh berada di sistem pencernaan.
Selain itu, mikrobioma usus, triliunan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran cerna, berperan penting dalam mengatur metabolisme dan membantu tubuh melawan infeksi.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, gangguan pencernaan dapat berdampak pada kualitas hidup masyarakat, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi lemak, rendah serat, serta gaya hidup sedentari.
Dr Sae-Lao menyebutkan bahwa kerusakan pada ekosistem mikroba usus bisa berujung pada peradangan sistemik yang sering tidak disadari, namun perlahan melemahkan fungsi organ.
Ia menyarankan konsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta makanan berprobiotik seperti yogurt dan fermentasi untuk memperkuat sistem pencernaan.
Selain itu, memperhatikan kebiasaan makan, seperti tidak terburu-buru, menjaga hidrasi, dan menghindari konsumsi berlebihan sebelum tidur, juga menjadi bagian penting dari perawatan pencernaan.
"Masyarakat perlu melihat kesehatan usus sebagai aset jangka panjang. Sama seperti kita menabung untuk masa depan finansial, menjaga pencernaan hari ini akan sangat menentukan bagaimana tubuh kita berfungsi lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan," ujar Dr Sae-Lao.
Peringatan Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat bahwa pencernaan bukan sekadar urusan perut, tapi titik awal dari kualitas hidup yang optimal. Ant
- Kesehatan Pencernaan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tak Mau Pemadaman Listrik Terulang, PHRI Minta Bali Berdikari Energi: “Cukup Sudah!”
-
KAI Daop 1 Jakarta Perbaiki Pagar Sterilisasi Jalur KA di Gunung Sahari, Tutup Akses Ilegal Demi Keselamatan
-
Tak Perlu Takut Operasi, Wasir Bisa Ditangani dengan Bedah Laser
-
Paus Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal bagi Kemanusiaan
-
Menteri KKP Ungkap Sektor Perikanan Nasional Catat Pertumbuhan Positif di Tengah Tekanan Global
-
Roblox Alami Gangguan Global, Ribuan Pemain Gagal Login
-
7 Fakta Unik Resep Jamu Kunyit Asam untuk Pencernaan yang Wajib Dicoba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.