Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yogyakarta Luncurkan Batik Segoro Amarto, Siswa Sekolah Wajib Memakai Sepekan Sekali

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 22:05 WIB | Oleh:
Yogyakarta Luncurkan Batik Segoro Amarto, Siswa Sekolah Wajib Memakai Sepekan Sekali Doc: Dok. Pemkot Yogya

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta resmi meluncurkan motif batik baru bernama “Segoro Amarto”, Kamis (22/5). Batik ini tidak hanya menjadi karya seni, tapi juga akan dipakai oleh semua siswa SD hingga SMA di Kota Yogyakarta.

“Batik ini hasil karya seniman dan desainer Jogja. Mulai sekarang, semua siswa sekolah di Yogyakarta akan mengenakan batik Segoro Amarto secara berkala,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Pemakaian batik ini ditujukan untuk menanamkan rasa cinta budaya sejak dini, sekaligus mendukung ekonomi para perajin batik lokal. Produksinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih yang melibatkan hampir 100 pengrajin batik dari Yogyakarta.

“Kami ingin batik tidak hanya jadi simbol, tapi juga sumber penghasilan bagi warga. Produksi batik ini akan dilakukan langsung oleh pengrajin di rumah mereka,” jelas Tri Karyadi, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta.

Apa Makna di Balik Batik Segoro Amarto?

Batik ini bukan sekadar seragam. Di dalam motifnya terkandung nilai-nilai mendalam:

  • Motif Peksi Bulu 10: semangat zaman yang terus berkembang

  • Motif Cepek Papat: perlindungan manusia sejak dalam kandungan

  • Motif Asem Jawa: semangat muda dan karakter yang menyenangkan

  • Motif Canting: lambang Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia

  • Motif Pelita dan Truntum: harapan hidup dan nilai-nilai Pancasila

  • Motif Tugu dan Buku: simbol Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan

Desain ini dibuat oleh perancang muda Aruman, pemenang lomba motif batik Kota Jogja. Desainnya kemudian disempurnakan oleh kurator agar tetap memancarkan estetika dan filosofi khas batik klasik Yogyakarta.

“Segoro Amarto berarti Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta. Itu semangat yang ingin kami tanamkan lewat batik ini,” ujar Aruman.

Dengan batik ini, Kota Yogyakarta bukan hanya merawat warisan budaya, tapi juga memberdayakan ekonomi rakyat—dimulai dari seragam sekolah yang bermakna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.