Forum Kajian Strategis RPJMD Kebumen 2024–2029, Ferry Wawan: Kolaborasi Menentukan Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan

Minggu, 25 Mei 2025, 12:49 WIB

KEBUMEN - Forum bertajuk "Kajian Strategik Arah dan Target RPJMD Kebumen 2024–2029" yang digelar di Aswaja Center Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (24/5), menjadi ruang strategis mempertemukan pemikiran lintas pihak dalam menyusun arah pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Kebumen.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, hadir sebagai narasumber, serta tokoh-tokoh akademisi, aktivis sosial, perwakilan masyarakat sipil, dan unsur organisasi keagamaan. Mereka berkumpul untuk memberi masukan substantif dalam merumuskan masa depan pembangunan Kebumen lima tahun ke depan.

Ket. Foto: Ketua Fraksi Golkar DPRD Jateng yang juga Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, sebagai narasumber Kajian Strategik Arah dan Target RPJMD Kebumen 2024–2029" di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (24/5). — Sumber: Koran Jakarta/Henri Pelupessy

“Membangun Kebumen adalah tanggung jawab bersama. Sinkronisasi antara gerak provinsi dan kabupaten harus diperkuat agar pembangunan tidak berjalan sektoral, tetapi sinergis,” tegas Ferry.

Ferry menyebut, RPJMD tidak hanya soal angka dan indikator kinerja, tetapi menjadi peta jalan konkrit untuk menuntaskan permasalahan dan memperkuat potensi daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berkontribusi dalam proses perencanaan ini.

Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam sambutannya mengatakan, RPJMD merupakan refleksi dari kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh lepas dari nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan keberlanjutan.

“RPJMD ini adalah pijakan moral dan strategis. Kita ingin memastikan pembangunan yang berpihak—bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” ujar Lilis.

Bupati juga mengutip dawuh KH. Hasyim Asy’ari dan pesan moral dari Gus Dur, menggarisbawahi pentingnya kebijakan publik yang lahir dari kebutuhan masyarakat akar rumput.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan Nahdlatul Ulama, khususnya melalui LAKPESDAM, yang turut menyuarakan aspirasi kelompok rentan.

“Tidak bisa hanya pemerintah yang bergerak. Harus kolaboratif. Pemerintah, masyarakat, dan organisasi keagamaan seperti NU harus bersama-sama membangun Kebumen,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan Bupati Lilis, Ferry Wawan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas semangat keberpihakan terhadap masyarakat.

“Saya sangat sependapat dengan Ibu Bupati. RPJMD memang bukan semata kumpulan data dan target, tapi harus menjadi cerminan dari nurani pemerintah dalam mendengar, merespons, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan yang baik adalah yang mengakar dan mengangkat harkat warganya,” tegas Ferry.

Ia menambahkan, keberpihakan ini harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, seperti keberlanjutan pembangunan infrastruktur dasar, penanganan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi desa, dan peningkatan layanan pendidikan serta kesehatan.

Sinkron dengan Provinsi

Sebagai bagian dari masyarakat Kebumen, Ferry Wawan juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Jateng menyampaikan komitmennya selama lima tahun terakhir untuk mendorong percepatan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Menurutnya, pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, dan pertanian sangat krusial dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan aksesibilitas.

“Saya juga bagian dari masyarakat Kebumen dan akan terus memberikan kontribusi. Selama lima tahun terakhir, fokus kami adalah konektivitas melalui infrastruktur, untuk pengentasan kemiskinan dan kelancaran mobilitas warga,” kata Ferry.

Ia juga menyampaikan saat ini DPRD Jateng tengah membahas RPJMD Provinsi, di mana struktur organisasi perangkat daerah (SOTK) sudah final dan paripurna direncanakan rampung dalam waktu satu minggu ke depan. Proses ini melibatkan sinergi antara Pemprov, DPRD, dan elemen masyarakat.

Dalam forum tersebut, disampaikan juga bahwa RPJMD Kebumen perlu selaras dengan roadmap pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Gus Yasin, yang mengusung semangat “Ngopeni dan Ngelakoni”.

Arah kebijakan provinsi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar (jalan, pertanian, pendidikan) tahun 2025, swasembada pangan dan penguatan Jateng sebagai lumbung pangan nasional (2026), pembangunan sektor pariwisata secara menyeluruh (2027), pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri hijau (2028), peningkatan daya saing daerah menuju provinsi berkelanjutan (2029) dan terwujudnya Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan (2030).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.