• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Digelar di Tokyo, Festival...

Digelar di Tokyo, Festival Film Pendek Asia Tahun Ini Menyoroti Kisah tentang Keberagaman dan Distopia

Sabtu, 24 Mei 2025, 14:00 WIB

TOKYO - Festival Film Pendek & Asia tahun ini, yang akan dimulai minggu depan, akan menyoroti kisah-kisah tentang keberagaman dan distopia di tengah-tengah dunia pascapandemi yang retak.

Menurut laporan Kyodo, festival bertema "kreatif aktif generatif" yang berlangsung selama dua minggu mulai hari Rabu ini akan menjadi "katalisator" untuk memicu hubungan baru antara penonton dan film, serta kreator dan bisnis.

Ket. Foto: Gambar dari film pendek "Transformation" karya Marcel Barsotti. — Sumber: Kyodo

Festival yang didirikan oleh aktor Jepang Tetsuya Bessho pada tahun 1999 ini satu-satunya festival film pendek internasional di Asia yang menampilkan lima kompetisi yang pemenangnya akan menerima hadiah masing-masing 600.000 yen (4.200 dollar AS) dan memenuhi syarat untuk Academy Awards tahun berikutnya.

Film-film tahun ini meliputi produksi Prancis "Find The Boy" di mana sekelompok teman memakamkan salah satu dari mereka -- Charly, seorang pria transgender muda. Saat mereka memberikan penghormatan terakhir, saudara laki-laki Charly, Victor, mengingatnya dengan cara yang berbeda, dengan nama yang berbeda.

Dalam program khusus yang mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan buatan (AI) dan pembuatan film, film Jerman "Transformation" mengisahkan makhluk yang dikenal sebagai Drakzul, yang di masa depan yang jauh mencari rumah baru setelah planet mereka hancur.

Dalam "One Day I Will Hug You", sebuah produksi gabungan Swedia, Qatar, dan Palestina, seorang ayah kembali ke Gaza setelah 10 tahun di Norwegia, sebelum itu ia menghabiskan 20 tahun di penjara Israel. Ia menunjukkan surat-surat yang ia tulis untuk putrinya yang jauh secara emosional, Mai, saat ia dipenjara.

Berlangsung dalam bentuk hibrida dengan pemutaran online dan langsung di beberapa lokasi di Tokyo hingga 11 Juni, festival ini akan menampilkan sekitar 250 film yang dipilih dari 4.592 film yang dikirimkan dari 108 negara dan kawasan yang berbeda.

Tahun ini akan menjadi debut kategori "Horor dan Menegangkan", yang menampilkan film pendek karya 11 sutradara Jepang yang bersaing untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 500.000 yen.

Fitur lainnya termasuk film Jepang "Nigemizu" karya Akiko Isobe, yang menceritakan tentang rencana seorang wanita untuk membunuh tamu rumahnya yang datang terlalu cepat, dan "Marion" yang diproduksi oleh aktor Hollywood Cate Blanchett, yang mengisahkan satu-satunya pelompat banteng wanita Prancis.

Beberapa film sudah dapat ditonton secara online hingga 30 Juni.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.