Lonceng Alarm Bahaya Keliki Berbunyi: Wisata Meningkat, Lahan Menyusut

Rabu, 21 Mei 2025, 23:10 WIB

GIANYAR – Alih fungsi lahan pertanian sangat berbahaya, terutama bagi ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan. Terlebih lagi, pemerintah tengah mengejar target swasembada pangan pada 2027.

Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman, jalan tol, industri, atau fasilitas publik lainnya dapat mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian, penurunan produksi pangan, hilangnya mata pencaharian petani, perubahan sosial, dan kerusakan lingkungan.

Ket. Foto: Salah satu instalasi panel surya di Subak Lauh Batu, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (2/9/2023). — Sumber: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Desa Keliki, Kabupaten Gianyar, yang terkenal dengan desa mandiri energi sejak 2022 lalu kini terancam alih fungsi lahan akibat tingginya kunjungan wisatawan yang tertarik dengan penggunaan PLTS disana.

Ketua BUMDes Yowana Keliki I Wayan Sumada di Kabupaten Gianyar, Rabu (21/5), menyebut kenaikan kunjungan wisatawan dalam 3 tahun mencapai 200 persen, bahkan desa sampai kekurangan kamar.

“Ini yang menjadi dampak negatifnya bagi kami yaitu alih fungsi lahan, saking banyaknya permintaan penginapan akomodasi, di Desa Keliki menjamurlah vila-vila sekarang,” kata dia saat Jelajah Energi Bali bersama IESR. “Dulu ini (vila di tengah sawah) belum ada, sekarang sudah ada, baru ini belum ada setahun,” sambung Sumada.

Bahkan, di salah satu jalan terdapat penginapan yang khusus dihuni wisatawan asal Prancis hingga dijuliki Kampung Prancis.

Diketahui, Desa Keliki dikenal setelah menjadi salah satu desa kunjungan G20 yang dibina Pertamina sebagai desa berdikari dalam hal energi.

Terdapat delapan titik pemasangan solar panel PLTS, yaitu tujuh titik di sawah seluas 20-60 hektar untuk mengairi irigasi, dan satu titik PLTS atap untuk menjalankan mesin pengolah sampah TPS3R disana.

Desa penyangga Ubud itu kemudian disulap menjadi indah dengan trek lari berpemandangan sawah berundak atau subak yang disukai wisatawan.

Akhirnya pembangunan mulai terjadi, dan hal yang dapat dilakukan desa untuk mengantisipasi lajur alih fungsi lahan hingga saat ini hanya pararem atau aturan adat.

Adapun yang boleh membangun akomodasi di area persawahan hanya penduduk lokal, pun hanya 30 persen dari sawah mereka yang boleh dibangun sementara sisanya tetap menjadi sawah produktif.

Di samping pariwisata, Sumada mengatakan keuntungan utama dari pemanfaatan PLTS ini sebenarnya untuk pertanian.

PLTS pada TPS3R digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, dimana dari yang dahulu petani desa hanya mendapat hasil panen padi 5 ton per hektar kini menembus 8,7 ton per hektar.

Lembaga think tank Institute for Essential Services Reform (IESR) selaku mitra pemerintah mendata seluruh PLTS di Desa Keliki yang membuat desa tersebut terkenal berkapasitas 28 kWp.

Meski dihadapkan tantangan alih fungsi lahan, keberhasilan mandiri energi untuk sawah ini dapat menjadi percontohan untuk segera mencapai Bali emisi nol bersih.

“Keberhasilan yang telah diraih Desa Keliki menjadi model yang layak untuk direplikasi di komunitas-komunitas lain dengan pendekatan yang tepat, yaitu melalui pemetaan kebutuhan produktif yang bisa dipenuhi oleh energi terbarukan,” kata Analis Sistem Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan IESR Alvin Sisdwinugraha.

Sejauh ini menurutnya contoh nyata dari penerapan energi terbarukan yang realistis diimplementasikan adalah penggunaan PLTS atap di balai-balai banjar, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik lokal tetapi juga meningkatkan kemandirian energi komunitas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.