Jadikan Harkitnas Momen Tumbuhnya Kesadaran Bersatu Sebagai Bangsa
Rabu, 21 Mei 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak segenap bangsa Indonesia untuk menjaga semangat Hari Kebangkitan Nasional dengan bekerja keras, dedikasi membangun negeri, dan berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).
Dalam akun Instagram @presidenrepublikindonesia, yang diunggah Selasa (20/5), Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang Hari Kebangkitan Nasional sebagai momen tumbuhnya kesadaran bersatu sebagai bangsa, yang menjadi tonggak sejarah perjuangan menuju kemerdekaan dan kedaulatan.
âSebagai penerus perjuangan itu, tugas kita hari ini adalah menjaga nyala semangat kebangkitan dalam kerja keras, dalam dedikasi membangun negeri, dan dalam keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri,â kata Presiden.
Presiden menegaskan pentingnya Indonesia bangkit dan berdikari, mandiri dalam pangan dan energi, tangguh dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kuat dalam persatuan dan keadilan sosial.
Kepala Negara juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk melawan korupsi, menjaga integritas, dan menyejahterakan rakyat di seluruh pelosok tanah air.
âBangkitlah Indonesiaku, untuk masa depan yang lebih adil, makmur, dan berdaulat,â kata Presiden.
Pada peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, tema yang diusung yakni âBangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuatâ.
Berada di Persimpangan
Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) Jakarta, Nazar el Mahfudzi, menilai seruan Presiden Prabowo itu sebagai pengingat penting bahwa bangsa ini tengah berada di persimpangan jalan antara kebergantungan atau kemandirian.
âNarasi kebangkitan tidak cukup hanya hadir dalam seremoni tahunan. Ia harus diwujudkan dalam reformasi institusi yang mendalam, termasuk dalam penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, dan integritas politik,â kata Nazar.
Kebangkitan sejati tidak mungkin dicapai jika elite politik gagal membangun kepercayaan rakyat. âJika kita ingin bangkit sebagai bangsa, kita butuh kepemimpinan yang menolak kompromi terhadap korupsi dan berani melakukan perombakan besar terhadap sistem yang selama ini menghambat keadilan sosial,â imbuhnya.
Ia juga mendorong agar tema kedaulatan tidak hanya dijadikan jargon, tetapi lebih konkret dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Pada kesempatan lain, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Mashuri, menggarisbawahi pentingnya kebangkitan nasional diwujudkan melalui ketahanan pangan yang berbasis pada sumber daya lokal. âKalau kita bicara berdiri di atas kaki sendiri, maka kita tidak boleh terus bergantung pada impor. Pangan adalah fondasi kedaulatan,â tegasnya.
Mashuri juga menekankan perlunya keberpihakan pada petani kecil dan penguatan riset pertanian. âKebangkitan dalam bidang pertanian tidak akan terjadi jika inovasi hanya berhenti di laboratorium dan tidak menyentuh lahan-lahan petani. Perlu jembatan antara kampus, kebijakan, dan desa,â pungkas Mashuri.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Resmi Berdiri untuk Wilayah Riau dan Kepri
-
Puan Maharani Puji Tangan Dingin Prabowo: Cabut Izin Tambang Raja Ampat hingga Bela Petani, Bukti Presiden Gaspol!
-
Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR
-
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Resmi Presiden Peru
-
Presiden Prabowo: Ekspor Beras dan Jagung Tumbuh, Produksi Pangan Meningkat
-
Prabowo Sebut Danantara Menjadi Mesin untuk Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Berkualitas
-
Presiden Prabowo Hadiri Wisuda 521 Sarjana UKRI di Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.