- Home
-
- Luar Negeri
-
- Inggris akan Meluncurkan V...
Inggris akan Meluncurkan Vaksin Gonore Pertama di Dunia
Rabu, 21 Mei 2025, 16:34 WIBLONDON - Vaksin untuk penyakit gonore akan diluncurkan di Inggris sebagai bagian dari program pertama di dunia, demikian pengumuman para pejabat baru-baru ini.Â
Dikutip dari The Guardian, langkah ini, yang dipuji sebagai âmomen penting bagi kesehatan seksualâ, akan ditujukan untuk mengatasi meningkatnya angka infeksi menular seksual (IMS).
Kasus gonore di Inggris mencapai 85.000 pada tahun 2023, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1918, dengan peringatan mengenai beberapa jenis yang resistan terhadap antibiotik.
Vaksin tersebut merupakan vaksin yang sudah ada, yang dikenal sebagai 4CMenB, yang digunakan untuk melawan penyakit meningokokus B, infeksi bakteri serius yang dapat menyebabkan meningitis dan sepsis. Vaksin ini digunakan dalam program rutin anak-anak dan diberikan kepada bayi pada usia delapan minggu, 16 minggu, dan satu tahun.
Amanda Doyle, direktur nasional untuk perawatan primer dan layanan masyarakat di NHS (National Health Service) Inggris, mengatakan: âPeluncuran vaksinasi rutin pertama di dunia untuk gonore merupakan langkah maju yang besar bagi kesehatan seksual dan akan sangat penting dalam melindungi individu, membantu mencegah penyebaran infeksi, dan mengurangi meningkatnya angka resistensi bakteri terhadap antibiotik.â
Pasien yang memenuhi syarat akan diidentifikasi dan dihubungi dalam beberapa minggu mendatang, dengan suntikan ditawarkan melalui layanan kesehatan seksual yang ditugaskan oleh otoritas setempat mulai 1 Agustus.
Pada pertemuan tersebut, pasien juga akan ditawarkan suntikan untuk mpox, human papillomavirus (HPV), dan hepatitis A dan B.
Doyle menambahkan: âTim NHS di seluruh negeri sekarang bekerja keras untuk merencanakan peluncuran dan memastikan kami langsung memulai, sementara program vaksinasi rutin mpox dibangun di atas kemajuan penting yang telah dicapai NHS dalam beberapa bulan terakhir dalam menjangkau sebanyak mungkin orang yang memenuhi syarat.â
Gonore adalah infeksi menular seksual bakteri kedua yang paling umum di Inggris.
Gejalanya dapat berupa keluarnya cairan berwarna hijau atau kuning, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri dan rasa tidak nyaman di rektum. Bagi wanita, gejalanya dapat berupa nyeri perut bagian bawah atau pendarahan di antara periode menstruasi. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mengalami gejala.
Suntikan tersebut mengandung protein dari neisseria meningitidis â bakteri penyebab penyakit meningokokus â yang secara genetika terkait erat dengan neisseria gonorrhoeae, bakteri penyebab gonore.
Studi oleh Komite Gabungan Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menunjukkan vaksin 4CMenB memiliki efektivitas antara 32,7% hingga 42% terhadap gonore, dan meskipun vaksinasi akan memangkas risiko terinfeksi, namun tidak akan menghilangkannya sepenuhnya.
Namun, JCVI mengatakan vaksinasi akan bermanfaat, karena infeksi gonore sebelumnya diduga hanya memberikan sedikit perlindungan terhadap infeksi di masa mendatang.
Program ini muncul di tengah peringatan bahwa kasus gonore yang resistan terhadap antibiotik seftriakson â yang biasanya menjadi lini pertama pengobatan â sedang meningkat di Inggris.
Ini berarti bakteri penyebab IMS telah mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak bahkan ketika terpapar antibiotik.
Beberapa kasus juga digolongkan sebagai âsangat resistan terhadap obatâ â atau XDR â yang berarti infeksi tersebut tidak merespons ceftriaxone atau pengobatan lini kedua.
Pada bulan Maret, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengungkapkan terdapat 17 kasus gonore yang resistan terhadap seftriakson antara Januari 2024 dan Maret 2025.
Pada periode yang sama, ada sembilan kasus XDR yang dilaporkan, dibandingkan dengan lima kasus antara tahun 2022 dan 2023.
Sema Mandal, konsultan epidemiologi dan wakil direktur di UKHSA, mengatakan: âPeluncuran ini tidak hanya akan memberikan perlindungan yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang sangat membutuhkannya, tetapi juga akan menjadikan Inggris sebagai negara pertama di dunia yang menawarkan perlindungan ini dan menjadi pemimpin dunia dalam melindungi orang-orang dari gonore.â
Menteri Kesehatan Ashley Dalton menghimbau masyarakat untuk menerima tawaran vaksin âtidak hanya menjaga satu sama lain tetap aman tetapi juga membantu mengatasi ancaman resistensi antibiotik yang semakin meningkatâ.
Ia menambahkan: âDengan menyasar mereka yang paling berisiko, kita dapat mengurangi tingkat penularan dari penyakit yang tidak menyenangkan ini yang semakin sulit diobati dan mencegah ribuan kasus selama beberapa tahun ke depan.â
Richard Angell, kepala eksekutif Terrence Higgins Trust, menggambarkan vaksin tersebut sebagai âpengubah permainanâ.
âHal ini saja dapat mengurangi 40% kasus gonore baru,â katanya.
Berita Terkait:
-
Dipengaruhi Dinamika Eksternal, 8 April 2026
-
DBH Garut Anjlok Drastis! Bupati Syakur Amin Kejar Sumur Panas Bumi Baru ke Jakarta
-
Lestari Moerdijat: Kesehatan Perempuan Jadi Penentu Kualitas Generasi dan Kekuatan Bangsa
-
Anda Ingin Turunkan Berat Badan yang Aman? Ikuti Tiga Aturan Penting Ini
-
DLH Jakarta Wajibkan Kafe dan Restoran Pilah Sampah, Langgar Aturan Bakal Kena Sanksi?
-
Proyek Jumbo! Reaktivasi dan Pembangunan 14.000 Km Jalur KA Digeber
-
Daya Dukung Lingkungan Tergerus, Alarm Krisis Kian Nyaring
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.