“AI” Timbulkan Ancaman Lebih Besar bagi Pekerjaan Perempuan

Rabu, 21 Mei 2025, 02:15 WIB

JENEWA - Pekerjaan yang secara tradisional dilakukan oleh perempuan lebih rentan terhadap dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence) dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki, terutama di negara-negara berpenghasilan tinggi, demikian ditunjukkan dalam laporan Organisasi Perburuhan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (20/5).

Ditemukan bahwa 9,6 persen pekerjaan yang secara tradisional dikerjakan oleh perempuan akan diubah dibandingkan dengan 3,5 persen pekerjaan yang dikerjakan oleh laki-laki karena AI semakin banyak mengambil alih tugas administratif dan mengubah pekerjaan klerikal, seperti pekerjaan sekretaris.

Ket. Foto: Seorang perempuan dan seorang pria sedang menggunakan laptop saat mereka sedang bekerja dari mana saja (WFA) di sebuah kafe di Beijing, Tiongkok, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/WANG ZHAO

Walau keterlibatan manusia masih akan dibutuhkan untuk banyak tugas, perannya lebih mungkin diubah secara radikal daripada dihilangkan, kata laporan itu.

“Kami menekankan bahwa paparan tersebut tidak menyiratkan otomatisasi langsung terhadap seluruh pekerjaan, tetapi lebih kepada potensi sebagian besar tugas saat ini dilakukan dengan menggunakan teknologi ini,” kata laporan itu. SB/CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.