PHK Massal Hantui Jakarta: Jurus Jitu Pemprov Redam Angka Pengangguran

Selasa, 20 Mei 2025, 11:20 WIB

JAKARTA - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menjadi sorotan serius di Jakarta. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 18.610 pekerja di seluruh Indonesia ter-PHK hingga Februari 2025, dengan DKI Jakarta menyumbang 2.650 kasus.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) langsung bergerak cepat.

Ket. Foto: Antrean masyarakat mencari pekerjaan di bursa kerja (job fair) tahap kedua tahun 2025 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Senin (19/5) kemarin. — Sumber: ANTARA

Kepala Dinas Disnakertransgi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, menegaskan pihaknya gencar menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Jakarta yang melakukan pengurangan pegawai.

"Kami di Jakarta ini sebagai pembina, ada hubungan industrial yang kita lakukan," kata Syaripudin, hari ini. 

Ia mengakui, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, seperti yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, dapat berdampak pada PHK di sektor swasta.

Sebagai upaya pemerintah menyoroti PHK massal ini, Syaripudin menjelaskan, Disnakertransgi melakukan pengawasan ketat dan mitigasi dampak PHK.

"Kita sudah tahu infonya, sehingga kita bisa memitigasi ketika mereka melakukan pemutusan hubungan dalam jumlah tertentu," ujarnya. Ini menunjukkan respons proaktif pemerintah untuk tidak tinggal diam melihat ancaman pengangguran.

Selain mitigasi, Pemprov DKI Jakarta juga mempersiapkan langkah konkret. "Kita sudah mempersiapkan pelatihan keterampilan bagi mereka, atau menyampaikan ke perusahaan yang masih bisa menerima mereka sebagai pekerja," terang Syaripudin.

Perlu diketahui juga bahwa DKI Jakarta memiliki tujuh Pusat Pelatihan Kerja, termasuk PPKD di lima wilayah dan dua pusat pelatihan khusus di Jakarta Timur, dengan target melatih 10.000 peserta tahun ini.

Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Dr. Farida Rahmawati, ikut mengapresiasi langkah Pemprov DKI. "Pemerintah DKI Jakarta menunjukkan pemahaman yang baik tentang mitigasi dampak ekonomi PHK.

Fokus pada pelatihan ulang keterampilan (reskilling) dan penyaluran kerja adalah strategi yang tepat. Ini akan membantu pekerja yang terdampak untuk cepat kembali produktif," jelas Dr. Farida.

Bahkan, Ketua Serikat Pekerja Jakarta, Bapak Andi Susanto, berharap pemerintah dapat lebih intensif lagi dalam memfasilitasi pertemuan antara pekerja yang di-PHK dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

"Komunikasi dua arah antara pemerintah dan perusahaan itu kuncinya. Jangan sampai pekerja terlantar tanpa ada wadah untuk mendapatkan pekerjaan baru," kata Andi. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar hak-hak pekerja yang di-PHK tetap terpenuhi sesuai aturan.

Pemerintah pusat pun tidak tinggal diam. Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) yang melibatkan pemerintah, serikat pekerja, pengusaha, dan akademisi sedang disiapkan sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan memastikan kesejahteraan pekerja.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.