City Harus Bangkit di Laga Terakhir

Selasa, 20 Mei 2025, 06:51 WIB

MANCHESTER – Manchester City menatap laga kandang terakhir dengan tekad menebus rasa kecewa. Kekalahan 0-1 dari Crystal Palace di final Piala FA akhir pekan lalu menjadi penanda bahwa dominasi The Citizens perlahan mulai goyah.

Kini, tim asuhan Pep Guardiola hanya tinggal berharap finis di lima besar agar tetap berlaga di Liga Champions musim depan. Lawan Rabu (21/5) dini hari WIB, Bournemouth, masih menyimpan asa tipis menuju kompetisi Eropa meski peluang itu kian memudar.

Ket. Foto: Pemain Manchester City Erling Haaland (kiri) berebut bola dengan pemain Bournemouth Lewis Cook (kanan) selama pertandingan perempat final Piala FA Inggris antara Bournemouth dan Manchester City di Stadion Vitality di Bournemouth, Inggris, — Sumber: JUSTIN TALLIS / AFP

Guardiola tak menutupi kekecewaannya usai kekalahan di Wembley. Selain penyelesaian akhir yang tumpul, City juga merasa dirugikan keputusan wasit yang tak memberikan kartu merah kepada kiper Palace, Dean Henderson. Dean terlihat menyapu bola dari kaki Erling Haaland di luar kotak penalti.

“Itu momen krusial. Jika insiden ini terjadi di ujung lapangan lain, saya tidak yakin keputusannya sama. Tapi saya juga harus introspeksi, karena tidak cukup klinis,” ujar Guardiola. Hasil itu memperpanjang paceklik gelar utama City.

Dengan hanya Community Shield yang bisa dibanggakan, musim 2024-2025 menjadi salah satu yang paling mengecewakan era Guardiola. Posisi di klasemen juga belum aman karena hanya unggul tipis dari Aston Villa dan Chelsea, meski memiliki satu laga lebih banyak.

Namun, catatan kandang City menjanjikan. Empat kemenangan beruntun di Etihad di Liga Inggris, ditambah catatan tak pernah gagal menang dalam delapan laga kandang penutup musim terakhir, membuat rasa optimistis tetap terjaga. Terlebih, The Citizens selalu menang dalam tujuh pertemuan kandang melawan Bournemouth di Liga Inggris.

Bournemouth datang ke Etihad bukan tanpa tekanan. Kekalahan 0-1 dari Aston Villa yang bermain dengan 10 pemain pekan lalu menyulitkan ambisi finis di zona Eropa. Namun, peluang itu belum sepenuhnya tertutup, tergantung pada hasil laga lain dan skenario tertentu, termasuk nasib Chelsea di final UEFAConference League.

Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, menyadari peluang tim asuhannya sangat bergantung pada faktor eksternal. Namun, dia minta anak asuhnya untuk tetap fokus dan menampilkan permainan terbaik di kandang City.

“Kami tahu peluangnya kecil, tapi bukan berarti datang ke Manchester hanya untuk jadi pelengkap. Kami ingin memberi perlawanan dan menunjukkan layak bersaing di level atas,” ujar Iraola.

Kondisi Tim

Namun, tantangan itu makin berat karena cedera menghantam skuad The Cherries. Gelandang muda Alex Scott harus menutup musim lebih cepat akibat cedera rahang setelah benturan dengan Tyrone Mings. Ia bergabung dengan Enes Unal, Ryan Christie, Dango Ouattara, dan Luis Sinisterra yang lebih dulu absen.

Di kubu City, Mateo Kovacic diragukan tampil setelah mengalami cedera ringan, menyusul Rodri, Nathan Ake, Oscar Bobb, dan John Stones yang masih menjalani pemulihan. Meski demikian, laga ini menjadi momen emosional bagi Kevin De Bruyne, yang kabarnya akan memainkan laga kandang terakhirnya bersama The Citizens.

Guardiola kemungkinan akan melakukan rotasi, dengan Matheus Nunes, Phil Foden, dan Rico Lewis berpeluang kembali ke susunan utama. Sementara itu, Bournemouth akan mengandalkan Evanilson, yang telah mencetak lima gol dari lima laga tandang terakhir di liga. Dia didukung Justin Kluivert di belakangnya.

Meski kalah secara kualitas, Bournemouth punya modal psikologis berupa catatan hanya satu kekalahan dalam 13 laga tandang terakhir. Namun, City punya tekad yang tak kalah besar untuk memastikan musim ini tidak berakhir lebih buruk dari sekadar kegagalan meraih trofi.

“Musim ini berat. Tapi kami punya tanggung jawab untuk menyelesaikannya dengan kepala tegak, memberi yang terbaik di kandang sendiri,” tegas Guardiola. Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pertaruhan harga diri dan masa depan.

Bagi City, hasil positif akan menjaga mimpi berlaga di Liga Champions tetap hidup. Bagi Bournemouth, kemenangan bisa membuka jalanpintu ke kompetisi Eropa. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.