Luka Modric, Maestro Abadi di Tengah Revolusi Generasi Real Madrid

Senin, 19 Mei 2025, 16:05 WIB

JAKARTA - Di usia 39 tahun, saat kebanyakan pemain memilih pensiun atau bermain di liga yang lebih ringan, Luka Modric justru membalik logika sepak bola modern. Ia tidak hanya bertahan hidup di level tertinggi bersama Real Madrid, tapi juga berkembang dan menjadi nyawa permainan tim.

Dalam laga melawan Sevilla, Modric menunjukkan kelasnya. Bermain penuh 90 menit, ia tampil seolah-olah waktu tidak berpengaruh padanya. Bukan sekadar berpartisipasi, ia menjadi pengatur tempo, penstabil lini tengah, dan fasilitator utama serangan Los Blancos termasuk upayanya menyuplai umpan-umpan kunci kepada Kylian Mbappe untuk perebutan Sepatu Emas.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Statistiknya mengesankan:

  • 93 dari 102 operan sukses (akurasi 91%)
  • 52 operan di sepertiga akhir — lebih banyak dari Jude Bellingham (35)
  • 4 pemulihan bola — tertinggi kedua setelah Aurelien Tchouameni

Di musim penuh cedera, Modric justru menjadi pilar stabilitas. Saat nama-nama seperti Camavinga, Ceballos, dan bahkan Bellingham harus absen bergiliran, Modric mencatatkan 55 pertandingan, dengan total 491 menit lebih banyak dari musim sebelumnya. Ia nyaris tak tersentuh laporan medis bukti fisik dan komitmennya yang luar biasa.

Kontrak Modric akan berakhir musim panas ini, dan perdebatan mengenai masa depannya semakin sengit. Calon pelatih baru Xabi Alonso menghadapi dilema: membangun masa depan dengan darah muda atau tetap memercayai legenda yang masih bisa bersinar di malam besar.

Modric mungkin bukan lagi poros masa depan Real Madrid. Tapi untuk saat ini, ia tetap tak tergantikan bukan karena nostalgia, melainkan karena kualitas yang nyata. Keputusannya untuk tetap di klub atau tidak bisa menentukan nada era baru yang sedang dirintis di Santiago Bernabéu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.