Semarang Gabung Aliansi Kota Jalur Sutra Maritim, Pererat Kerja Sama Budaya dan Pariwisata dengan Tiongkok

Minggu, 18 Mei 2025, 17:10 WIB

SEMARANG – Langkah strategis dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mendorong sektor budaya dan pariwisata ke panggung internasional. Kota Semarang resmi menjadi anggota City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR), sebuah jaringan kota-kota yang memiliki keterkaitan historis dengan Jalur Sutra Maritim.

Penandatanganan dokumen keanggotaan dilakukan di Ruang VIP Balai Kota Semarang dan disaksikan oleh Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr. Wang Si Ping, serta delegasi Pemerintah Kota Guangzhou, Mr. Liu Xiaoming, akhir pekan kemarin.

Ket. Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melakukan Penandatanganan dokumen keanggotaan dilakukan disaksikan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr. Wang Si Ping, serta delegasi Pemerintah Kota Guangzhou, Mr. Liu Xiaoming, di — Sumber: koran jakarta/henri pelupessy

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan keanggotaan dalam CAMSR sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat hubungan luar negeri, khususnya dengan Republik Rakyat Tiongkok, di bidang budaya, pendidikan, dan ekonomi.

“Ini bukan sekadar kerja sama formal, tetapi juga upaya konkret untuk mempromosikan warisan budaya Kota Semarang, memperluas promosi pariwisata, serta membuka peluang kolaborasi pengetahuan antarkota,” jelas Agustina dalam sambutannya.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi besar sebagai kota yang kaya sejarah. Keberadaan bangunan kolonial, warisan budaya Tionghoa seperti Kelenteng Sam Poo Kong dan Tay Kak Sie, serta penyelenggaraan rutin Festival Sam Poo, menjadi daya tarik yang mampu memperkuat identitas Semarang di mata dunia.

Dua Kota

Dengan bergabungnya Semarang, Indonesia kini memiliki dua kota dalam aliansi CAMSR, setelah Cirebon yang lebih dulu masuk pada tahun 2024. Saat ini, total ada 35 kota anggota CAMSR, sebagian besar berasal dari Tiongkok.

Mr. Wang Si Ping mengaku senang bisa menginjakkan kaki di Semarang untuk pertama kalinya. Ia menyebut Semarang sebagai kota yang tenang, ramah, dan kaya nilai sejarah.

“Semarang sangat cocok untuk dikunjungi wisatawan Tiongkok. Kota ini menyimpan banyak kisah sejarah dan atmosfernya sangat hangat,” ungkap Wang.

Ia juga menekankan bahwa kehadirannya di Semarang adalah bagian dari implementasi komitmen yang telah disepakati antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto dalam mempererat hubungan bilateral.

Posisi Semarang dalam sejarah Jalur Sutra Maritim bukan hal baru. Kota ini pernah menjadi pelabuhan penting dalam ekspedisi pelayaran Laksamana Cheng Ho ke Nusantara pada abad ke-15. Warisan interaksi budaya Tionghoa masih terasa kuat hingga saat ini, menjadikan Semarang sebagai kota dengan warisan multikultural yang unik.

Melalui keikutsertaan dalam CAMSR, Pemerintah Kota Semarang berharap dapat memperluas jangkauan promosi budaya dan wisata ke mancanegara, terutama Tiongkok yang menjadi pasar strategis pariwisata global.

“Besar harapan kami agar Semarang semakin dikenal dunia sebagai kota yang berakar pada sejarah, namun juga terbuka terhadap kolaborasi masa depan,” tutupnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.