Pakar: Rokok Identik dengan 'Bullying' di Sekolah
Minggu, 18 Mei 2025, 10:08 WIBJAKARTA - Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menjelaskan bahwa merokok ada kaitannya dengan perundungan atau bullying di sekolah. Dia menjelaskan korban bullying menjadikan rokok sebagai obat dan penawar dari trauma yang mereka terima.
Di sisi lain, lanjut dia, okok juga digunakan oleh pelaku bullyig untuk tampil keren dan gagah. Untuk itu, menurutnya, kehadiran edukasi anti rokok semakin mendesak dan diperlukan.
"Ini penting untuk mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar rokok, walaupun tidak merokok secara aktif, serta bahaya yang mungkin timbul akibat paparan tersebut," ujar Reza, dalam Lomba Game Edukasi Bahaya Merokok bagi pelajar SMA/SMK/sederajat se-Jakarta, pekan lalu.
Dia menerangkan, ada tiga kelompok orang yang terpapar rokok. Kelas pertama adalah mereka yang mengisap rokok dan ke kedua adalah mereka yang tidak merokok, tapi terkena asap rokok.
"Kelas ketiga adalah mereka tidak merokok dan tidak terkena asap rokok, namun terkena residu rokok yang menempel di tempat umum," jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengusulkan pembentukan Duta Anti Rokok di setiap sekolah. Duta tersebut bertugas mengedukasi teman sebaya, mendampingi proses berhenti merokok, serta menciptakan kampanye anti rokok dengan cara yang kreatif di lingkungan sekolah.
"Kami tidak sekadar mengajak, tetapi mendesak setiap komponen pendidikan untuk menjadikan pencegahan rokok sebagai gerakan sistematis dan berkelanjutan," katanya.
Dia memaparkan data prevalensi perokok usia 10â18 tahun di Indonesia yang masih tergolong tinggi, yaitu mencapai 7,4 persen pada tahun 2023. Dengan demilian, lebih dari 3,2 juta anak dan remaja telah terpapar bahaya rokok.
Bahkan, lanjut Taruna, penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja melonjak drastis. Persentase peningkatannya yaitu 1,2 persen pada 2016 menjadi 10,9 persen pada 2018.
"Setiap batang rokok atau vape yang dihisap oleh generasi muda adalah potensi nyawa yang hilang, masa depan yang terancam, dan sumber daya bangsa yang tereduksi," ucapnya.
- Rokok
- BPOM
- bullying
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- Duta Anti Rokok
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Sekjen PBB Serukan Agar Masa Depan Diatur Supremasi Hukum, Bukan Kesewenang-wenangan
-
BPOM temukan jutaan kosmetik ilegal di Tangerang
-
Poltek Nuklir BRIN Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Ujian Tulis, Ini Link dan Jadwal Seleksinya!
-
Real Madrid dan Barcelona Pantau Situasi El Aynaoui, Siap Berebut di Bursa Transfer Musim Panas
-
Jannik Sinner dan Alcaraz Akan Lanjutkan Dominasinya di Turnamen Roland Garros Bulan Depan
-
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Kepulauan Mentawai
-
BPOM Perluas Pengawasan Obat Melalui Sosialisasikan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.