Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (keempat kiri), Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (ketiga kiri), Dirut Telkomsel Nugroho (kedua kiri), Plt. Komisaris Utama Marcelino Pandin (tengah) didampingi jajaran direksi dan komisaris bersiap melepas peserta lomba lari Digiland Run 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/5). Pramono berharap Digiland 2025 yang diikuti 12.500 pelari dapat menjadi ajang pengembangan sport tourism di Jakarta serta meningkatkan daya tarik ibu kota sebagai destinasi wisata olahraga internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan), Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (tengah), Dirut Telkomsel Nugroho (kiri), Plt. Komisaris Utama Marcelino Pandin (ketiga kanan) didampingi jajaran direksi dan komisaris berfoto sebelum melepas peserta lomba lari Digiland Run 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/5).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan), Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (keempat kanan), Dirut Telkomsel Nugroho, Plt. Komisaris Utama Marcelino Pandin (kedua kanan) didampingi jajaran direksi dan komisaris melepas peserta lomba lari Digiland Run 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/5).
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali mencatat prestasi melalui penyelenggaraan Digiland Run 2025, yang digelar pada Minggu, 18 Mei 2025 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ajang lari tahunan ini diikuti oleh 12.500 peserta dari berbagai kategori, yakni half marathon, 10K, dan 5K.
Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (kedua kiri), Dirut Telkomsel Nugroho (kedua kiri), Direktur Business and Enterprise Service Telkom FM Venusiana R (kanan) mencoba simulasi lomba lari usai melepas Digiland Run 2025 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/5). Selain olahraga, Digiland 2025 yang diikuti 12.500 pelari ini juga membawa semangat inovasi dan hiburan. Acara ini menghadirkan Digiland Music Festival yang menampilkan musisi top Indonesia, serta Pasar UMKM dan Kuliner Nusantara sebagai wadah interaksi antara masyarakat dan pelaku usaha lokal.