Trump Desak Apple Produksi di AS, Bukan di India

Jumat, 16 Mei 2025, 10:42 WIB

DOHA - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (15/5), ia mendesak Apple untuk memproduksi produknya di Amerika Serikat, bukan di India, tempat raksasa teknologi AS itu mengatakan akan mengalihkan produksinya setelah tarif AS terhadap Tiongkok.

"Saya punya sedikit masalah denga Tim Cook," kata Trump, merujuk pada CEO Apple, selama lawatan beberapa hari di Teluk. "Saya berkata, Tim, kami memperlakukan Anda dengan sangat baik. Kami bertahan dengan semua pabrik yang Anda bangun di Tiongkok selama bertahun-tahun sekarang."

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada 24 Februari 2025. — Sumber: AFP

Trump mengatakan bahwa dia memberi tahu Cook: "Kami tidak tertarik Anda membangun di India ... kami ingin Anda membangun di sini dan mereka akan meningkatkan produksi mereka di Amerika Serikat." 

Pada hari Senin, AS dan Tiongkok mengumumkan kesepakatan untuk menangguhkan tarif saling balas selama 90 hari, meredakan perang dagang yang telah mengkhawatirkan pasar keuangan dan meningkatkan kekhawatiran akan kemerosotan ekonomi global.

Sebelum perjanjian antara Beijing dan Washington, Cook mengatakan Apple "tidak dapat memperkirakan secara tepat dampak tarif". 

Saat menyampaikan laba kuartal pertama perusahaan teknologi tersebut pada awal Mei, Cook mengatakan ia memperkirakan "mayoritas iPhone yang dijual di AS akan berasal dari India".

Ia memperingatkan dampak tak pasti dari tarif AS sebesar 145 persen terhadap produk-produk dari Tiongkok, pusat manufaktur lama perusahaan tersebut, meskipun ada penangguhan sementara untuk barang-barang teknologi tinggi seperti telepon pintar dan komputer.

Meskipun telepon pintar yang sudah jadi dikecualikan dari tarif Trump untuk saat ini, tidak semua komponen yang digunakan pada perangkat Apple dikecualikan.

Apple memperkirakan tarif AS akan menelan biaya US$900 juta pada kuartal saat ini, meskipun dampaknya "terbatas" pada awal tahun ini, menurut Cook.

India, yang juga terkena tarif AS, pada hari Selasa mengancam akan mengambil tindakan pembalasan sebagai tanggapan atas kenaikan bea masuk pada baja dan aluminium.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan pada hari Kamis bahwa negosiasi perdagangan antara India dan Amerika Serikat sedang berlangsung, dan setiap kesepakatan harus saling menguntungkan.

Apple mengumumkan pada bulan Februari bahwa mereka akan berinvestasi lebih dari US$500 miliar di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan dan berjanji untuk mempekerjakan 20.000 orang di negara tersebut.

"Apple sudah berinvestasi 500 miliar, tetapi mereka akan meningkatkan produksinya, jadi ini akan menjadi hal yang hebat," kata Trump di Qatar.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.