Melawan Tren! IHSG Menguat Saat Bursa Asia Melempem
Jumat, 16 Mei 2025, 17:59 WIBJAKARTA - Pasar saham di tanah air menutup perdagangan akhir pekan ini dengan catatan positif di saat bursa regional justru terpuruk.Â
Penguatan pasar saham di dalan negeri ditengarai akibat dipengaruhi sentimen yang berasal dari luar negeri, seperti perkembangan ekonomi Jepang dan prospek kebijakan moneter di Tiongkok.Â
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/5) sore, ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup menguat 66,37 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.106,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,73 poin atau 1,12 persen ke posisi 806,15.
âIHSG bergerak menguat di saat bursa regional Asia melemah, tampaknya dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap data ekonomi Jepang," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Jumat (16/5).
Pertumbuhan ekonomi (PDB) Jepang pada kuartal I- 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen, atau lebih dalam dari prediksi pasar yang sebesar 0,1 persen.
Data ini memperkuat kekhawatiran terhadap dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Trump, serta melemahnya permintaan dari mitra dagang utama, termasuk China.
Selain itu, kondisi ini menambah tekanan bagi Perdana Menteri Jepang terkait kebijakan fiskal, serta bagi Bank of Japan (BoJ) terkait kebijakan moneternya. Situasi ini mencerminkan adanya potensi moderasi ekonomi di tengah dampak kebijakan perdagangan AS.
Di sisi lain, pasar juga menantikan rilis data ekonomi Tiongkok yang dijadwalkan pada pekan depan.
Sementara itu, People's Bank of China (PBoC) akan meninjau kembali suku bunga pinjaman acuannya, yang saat ini berada pada rekor terendah dalam beberapa bulan terakhir, sebagai upaya mendukung perekonomian yang sedang menghadapi tantangan.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor infrastruktur paling tinggi yaitu 2,35 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing 1,77 persen dan 1,16 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor barang konsumen non primer minus 0,55 persen, diikuti sektor properti dan sektor teknologi yang masing-masing minus 0,47 persen dan 0,43 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu COCO, SMGA, LMPI, PGEO, dan FWCT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DKHH, NAIK, WAPO, KBLV, dan HELI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.313.427 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,75 miliar lembar saham senilai Rp14,92 triliun. Sebanyak 325 saham naik, 291 saham menurun, dan 219 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,79 poin atau 0,00 persen ke 37.753,72, indeks Kuala Lumpur melemah 1,27 poin atau 0,08 persen ke 1.571,75, indeks Shanghai melemah 13,36 poin atau 0,40 persen ke 3.367,46, dan indeks Strait Times melemah 2,74 poin atau 0,07 persen ke 3.889,20.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
Rockets Tahan Laju Lakers, Spurs di Ambang Lolos Berkat Aksi Impresif Wembanyama
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.