Ini Alasan Jonatan dan Chico Keluar dari Pelatnas PBSI
Jumat, 16 Mei 2025, 09:17 WIBJAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengumumkan Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo keluar dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta.
"Hari ini, Jonatan dan Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di luar Pelatnas. Kami menghargai keputusan tersebut sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," kata Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat dalam konferensi pers di Pelatanas PBSI, Jakarta, Kamis.
Menurut Taufik, keputusan ini bukan bentuk perpisahan antara PBSI dengan kedua pemain tunggal putra itu, melainkan langkah kolaboratif yang sejalan dengan upaya transformasi sistem pembinaan atlet nasional.
"Ini bukan perpisahan. Ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di negara-negara besar dan kini Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang lebih adaptif dan fleksibel," kata Taufik.
PBSI, kata dia, tetap memberikan dukungan dan koordinasi teknis kepada Jonatan dan Chico, yang akan terus memperkuat tim nasional dalam ajang internasional resmi.
Jonatan baru saja memimpin Indonesia sebagai kapten Piala Sudirman 2025. Ia kini memasuki fase baru dalam kehidupan pribadi sebagai kepala keluarga dan mempertimbangkan pola latihan yang lebih efisien dari sisi waktu dan energi.
"Saya yakin, meski tidak lagi berada di pelatnas, Jojo dan Chico tetap memiliki komitmen dan profesionalisme untuk mengharumkan nama bangsa," ujar Taufik.
Sementara itu, Chico memutuskan mengikuti langkah seniornya untuk mencoba pendekatan baru dalam kariernya di luar pelatnas.
PBSI mengatakan keputusan tersebut sebagai bentuk kedewasaan dan tanggung jawab baik sebagai atlet maupun sebagai individu.
"PBSI akan selalu mendukung atlet-atlet yang berjuang demi merah putih, baik yang berlatih di pelatnas maupun di luar. Yang membedakan hanya lokasi latihan, tapi semangatnya tetap satu: untuk Indonesia," ujar Taufik.
PBSI memastikan Jonatan dan Chico tetap dipanggil membela tim nasional jika dibutuhkan, sebagaimana yang sudah diterapkan kepada beberapa atlet lain sebelum ini.
"Kami ingin menunjukkan bahwa PBSI adalah rumah besar yang terbuka dan mendahulukan kepentingan bangsa. Keputusan ini semoga bisa menjadi inspirasi bahwa profesionalisme tak ditentukan oleh tempat berlatih, tapi oleh komitmen dan integritas," kata Taufik.
Jonatan Christie mengungkapkan sejumlah alasan pribadi dan profesional yang melatarbelakangi keputusannya keluar dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta.
Jonatan mengatakan keputusan ini sudah melalui pertimbangan panjang sejak tampil dalam Olimpiade Paris 2024, yang menurutnya menjadi titik refleksi dalam kariernya.
"Kalau boleh cerita sedikit, sebenarnya awal ini bermula setelah Olimpiade Paris. Kami semua sudah komitmen dan berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Saya pribadi cukup kecewa," kata Jonatan dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Kamis.
Kekecewaan tersebut sempat membuatnya berpikir untuk mundur total dari dunia bulu tangkis.
Namun setelah berdiskusi dengan pelatih, keluarga, dan orang-orang terdekat, Jonatan memutuskan melanjutkan karier dengan pendekatan yang berbeda.
Ia kemudian mengajukan permohonan kepada PBSI untuk menjalani model latihan profesional berbasis klub sejak akhir tahun lalu.
Setelah proses diskusi, PBSI dan Jonatan sepakat Piala Sudirman 2025 menjadi turnamen terakhirnya sebagai bagian dari Pelatnas Cipayung.
âDari rumah saya ke Cipayung jaraknya cukup jauh dan membutuhkan penyesuaian. Saya memberanikan diri menyampaikan keinginan untuk menjadi pemain profesional,â ujar Jonatan.
Dia juga menjelaskan yang membedakan hanya tempat latihannya saja. âDi mana pun saya berlatih, saya tetap membawa nama Indonesia,â kata Jonatan.
Ia lalu berterima kasih kepada PBSI yang telah menerima dan mendukung keputusannya, serta berharap kolaborasi dengan PBSI tetap berjalan demi prestasi bulu tangkis Indonesia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tambak Udang Modern di Waingapu: Dari Produksi ke Konservasi
-
Kronologi F-15 Strike Eagle dan A-10 Warthog AS yang ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Iran
-
Pengunjung Diajak Hijaukan Kawasan IKN dengan Tanam Pohon
-
Bantuan Air Bersih untuk Warga Kampung Nelayan Puak Kepri
-
UMK Babel Siap Mendunia, PLN dan Kemenkumham 'Patenkan' 20 Merek Produk Lokal Gratis
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Mendatar Didorong Sentimen Domestik dan Mancanegara
-
Jojo Lolos ke Final Indonesia Open 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.